Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
DISSERTATION
KAJIAN PENGEMBANGAN UNDERPAD PENYERAP DARAH DARI BAHAN KOMPOSIT UNTUK PERSALINAN
Pengarang
Sulastri - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Tongku Nizwan Siregar - 196909011994031003 - Dosen Pembimbing I
Adlim - 196512041990031004 - Dosen Pembimbing II
Hasanuddin - 196610201997031001 - Dosen Pembimbing III
Nomor Pokok Mahasiswa
1809300070007
Fakultas & Prodi
Fakultas Pasca Sarjana / Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (S3) / PDDIKTI : 44001
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : ., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Selama persalinan, sangat rentan terjadi komplikasi kegawatdaruratan, salah satunya adalah Perdarahan Pasca Persalinan (PPP) primer yang mengancam keselamatan ibu. Penyebabnya multifaktorial dan diperparah oleh faktor pemicu, keterlambatan dalam mengenali dan mengidentifikasi tanda gejala, serta intervensi yang tidak tepat sehingga memperburuk PPP. Secara klinis, penilaian kehilangan darah sering kali tidak akurat karena biasanya menggunakan metode estimasi visual, di mana darah sudah bercampur dengan cairan lain. Para peneliti dan praktisi tidak merekomendasikan metode ini sebagai dasar pengobatan, melainkan perlu diganti dengan penilaian yang riil, terukur, dan objektif. Sayangnya, hingga saat ini belum optimal dan kebanyakan menggunakan pembalut untuk menahan perdarahan. Pembalut komersil yang digunakan memiliki daya serapan yang rendah dan tidak dapat mendeteksi volume kehilangan darah, serta belum ada yang direkomendasikan sebagai pembalut yang layak untuk persalinan khususnya kasus PPP. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan menilai kehilangan darah secara terukur dalam dua jam pertama pasca persalinan setiap 15 menit dalam satu jam pertama dan setiap 30 menit dalam satu jam berikutnya. Penelitian ini juga menganalisis karakteristik darah persalinan berdasarkan warna darah dengan mendesain alat potret darah dan viskositas darah, serta menganalisis bahan penyerap bantalan underpad menggunakan XRD dan BET. Prototipe bantalan underpad penyerap darah dengan laju dan kapasitas serapan darah kemudian dibandingkan dengan pad komersil. Secara klinis, kehilangan darah diamati dalam dua jam pertama pasca bersalin pada 40 ibu bersalin. Intervensi ini dapat meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini terhadap risiko komplikasi PPP serta mencegah keterlambatan dalam memberikan intervensi. Temuan menunjukkan bahwa 43% ibu mengalami PPP, dengan penyebab terbanyak adalah ruptur perineum (47,1%), diikuti kombinasi retensio placenta (29,4%) dan atonia uteri (23,5%). Laju perdarahan tertinggi terjadi dalam 15 menit pertama pada kasus atonia uteri dan ruptur perineum, sedangkan pada retensio placenta terjadi pada 15 menit keempat. Volume darah tertinggi terjadi pada 15 menit pertama (115 ml/menit) dan terendah pada 30 menit terakhir (20 ml/menit).
During childbirth, there is a high risk of emergency complications, one of which is primary Postpartum Hemorrhage (PPH) that threatens maternal safety. The causes are multifactorial and exacerbated by trigger factors, delays in recognizing and identifying symptoms, and inappropriate interventions, which worsen PPH. Clinically, blood loss assessment is often inaccurate because it usually uses visual estimation methods, where blood is mixed with other fluids. Researchers and practitioners do not recommend this method as a basis for treatment, but rather, it should be replaced with real, measurable, and objective assessments. Unfortunately, until now, the use of commercial pads to control bleeding has not been optimal. The commercial pads used have low absorption capacity and cannot detect the volume of blood loss, and there are no recommended pads specifically for childbirth, particularly for PPH cases. The aim of this study is to analyze and measure blood loss accurately within the first two hours postpartum, every 15 minutes in the first hour and every 30 minutes in the second hour. This study also analyzes the characteristics of postpartum blood based on its color by designing a blood photography tool and measuring blood viscosity, as well as analyzing the absorbent materials of underpad using XRD and BET. The prototype of the blood-absorbing underpad, with its rate and capacity of blood absorption, is then compared with commercial pads. Clinically, blood loss is observed within the first two hours postpartum in 40 mothers. This intervention can increase alertness and early detection of PPH risk complications and prevent delays in providing interventions. Findings show that 43% of mothers experienced PPH, with the most common cause being perineal rupture (47.1%), followed by a combination of retained placenta (29.4%) and uterine atony (23.5%). The highest bleeding rate occurred within the first 15 minutes in cases of uterine atony and perineal rupture, while in cases of retained placenta, it occurred in the fourth 15-minute interval. The highest blood volume occurred in the first 15 minutes (115 ml/min) and the lowest in the last 30 minutes (20 ml/min).
PENENTUAN KADAR MERKURI HASIL PENYERAPAN CAMPURAN KI-I2 DAN CHI-AG NANOPARTIKEL DENGAN MENGGUNAKAN SPEKTROMETRI SERAPAN ATOM (NURUL AYUNI, 2019)
KAJI EKSPERIMENTAL PERPINDAHAN KALOR PADA SISTEM LEMARI PENYIMPAN DARAH (DARMAWAN, 2025)
ANALISIS KEKUATAN TARIK MATERIAL KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT ILALANG DENGAN MATRIKS POLYLACTIC ACID (SYAHRIL ANDRIAN, 2024)
HUBUNGAN USIA, PARITAS, DAN USIA KEHAMILAN DENGAN KEGAGALAN INDUKSI PERSALINAN DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK BANDA ACEH (Indra Patria, 2016)
HUBUNGAN USIA, PARITAS, DAN USIA KEHAMILAN DENGAN KEGAGALAN INDUKSI PERSALINAN DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK BANDA ACEH (Indra Patria, 2014)