<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="131541">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN PENGEMBANGAN UNDERPAD PENYERAP DARAH DARI BAHAN KOMPOSIT UNTUK PERSALINAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sulastri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Selama persalinan, sangat rentan terjadi komplikasi kegawatdaruratan, salah satunya adalah Perdarahan Pasca Persalinan (PPP) primer yang mengancam keselamatan ibu. Penyebabnya multifaktorial dan diperparah oleh faktor pemicu, keterlambatan dalam mengenali dan mengidentifikasi tanda gejala, serta intervensi yang tidak tepat sehingga memperburuk PPP. Secara klinis, penilaian kehilangan darah sering kali tidak akurat karena biasanya menggunakan metode estimasi visual, di mana darah sudah bercampur dengan cairan lain. Para peneliti dan praktisi tidak merekomendasikan metode ini sebagai dasar pengobatan, melainkan perlu diganti dengan penilaian yang riil, terukur, dan objektif. Sayangnya, hingga saat ini belum optimal dan kebanyakan menggunakan pembalut untuk menahan perdarahan. Pembalut komersil yang digunakan memiliki daya serapan yang rendah dan tidak dapat mendeteksi volume kehilangan darah, serta belum ada yang direkomendasikan sebagai pembalut yang layak untuk persalinan khususnya kasus PPP. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan menilai kehilangan darah secara terukur dalam dua jam pertama pasca persalinan setiap 15 menit dalam satu jam pertama dan setiap 30 menit dalam satu jam berikutnya. Penelitian ini juga menganalisis karakteristik darah persalinan berdasarkan warna darah dengan mendesain alat potret darah dan viskositas darah, serta menganalisis bahan penyerap bantalan underpad menggunakan XRD dan BET. Prototipe bantalan underpad penyerap darah dengan laju dan kapasitas serapan darah kemudian dibandingkan dengan pad komersil. Secara klinis, kehilangan darah diamati dalam dua jam pertama pasca bersalin pada 40 ibu bersalin. Intervensi ini dapat meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini terhadap risiko komplikasi PPP serta mencegah keterlambatan dalam memberikan intervensi. Temuan menunjukkan bahwa 43% ibu mengalami PPP, dengan penyebab terbanyak adalah ruptur perineum (47,1%), diikuti kombinasi retensio placenta (29,4%) dan atonia uteri (23,5%). Laju perdarahan tertinggi terjadi dalam 15 menit pertama pada kasus atonia uteri dan ruptur perineum, sedangkan pada retensio placenta terjadi pada 15 menit keempat. Volume darah tertinggi terjadi pada 15 menit pertama (115 ml/menit) dan terendah pada 30 menit terakhir (20 ml/menit).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>131541</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-17 02:55:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-17 11:22:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>