STUDI KEBUTUHAN THRESHER DI KECAMATAN SIMPANG ULIM DENGAN MENGGUNAKAN LINEAR PROGRAMMING | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STUDI KEBUTUHAN THRESHER DI KECAMATAN SIMPANG ULIM DENGAN MENGGUNAKAN LINEAR PROGRAMMING


Pengarang

Cut widya Ganti - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0051611811

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2006

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penggunaan alat mesin pertanian sangat berperan untuk menunjang usaha tani dan kelompok tani antara lain untuk meningkatkan produktivitas tenaga dan lahan usaha tani, meningkatkan dan meratakan pendapatan petani, menekan ongkos produksi, dan mengurangi kejerihan kerja dalam sektor pertanian yang salah satunya adalah mesin perontok.
Penelitian ini dilaksanakan di kecamatan Simpang Ulim Kabupaten Aceh Timur provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pada bulan Oktober 2005 sampai dengan Mei 2006. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah kerja optimal dari 26 unit thresher yang tersedia, jumlah kebutuhan thresher optimal untuk luas lahan yang ada, dan persepsi petani terhadap penggunaan thresher.
Data yang dipcrlukan dalam penelitian ini meliputi : jumlah thresher,
spesifikasi thresher, kapasitas perontokan, kapasitas kerja aktual, biaya operasional, dan biaya pembelian. Teknik pengumpulan data juga melalui proses wawancara, penpisian kuesioner secara aeak dengan jumlah responden 30 orang dan pengukuran kapasitas kerja aktual thresher dengan menggunakan metode simplek.
Minimalisasi biaya operasional dari 26 unit thresher yang tersedia untuk
perontokan padi selama 2 bulan kerja per mesin (480 jam kerja) adalah sebesar Rp. 411.964.812,- untuk thresher 23 adalah 23,9622 jam kerja dalam perontokan padi sedangkan thresher 26 tidak ada jam kerja yang digunakan oleh thresher (karena tidak perlu beroperasi). Jumlah total padi yang dirontokan adalah
5.220.000 kg atau 5.220 ton.
Minimalisasi biaya pembelian thresher terhadap jumlah kebutuhan thresher yang optimal pada seluruh perontokan 10.850.000 kg atau 10.850 ton adalah Rp. 22.872,0273,- dalam hal ini dibutuhkan penambahan thresher tipe 5,5 HP sebanyak 25 unit dengan biaya pembelian sebesar Rp. 200.000.000,.
Berdasarkan jawaban kuesioner dapat diketahui bahwa seluruh masyarakat
di Kecamatan Simpang Ulim menggunakan thresher sebagai perontok padi
mereka. Dalam pengetahuan masyarakat Desa Simpang Ulim thresher dapat meringankan beban dalam perontokan padi dengan waktu yang relatif lebih cepat. Dan berdasarkan kemampuan yang dimiliki petani di Kecamatan Simpang Ulim mereka menggunakan thresher dengan menyewa, hal ini dikarenakan luas lahan yang dimiliki petani masih relatif kecil.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK