<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="131379">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH SUHU DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP PRODUKSI BIOETANOL DARI NIRA AREN (ARENGA PINNATA MERR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muslim</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Muslim. 0605105010091. Pengaruh Suhu dan Lama Fermentasi terhadap Produksi Bioetanol dari Nira Aren (Arenga pinnata MERR). Di bawah  Bimbingan Yusya' Abubakar sebagai ketua dan  Murna Muzaifa sebagai  anggota. &#13;
 RINGKASAN  Bioetanol adalah bahan bakar yang berasal dari nabati. Swnber bioetanol dapat berupa singkong, ubi jalar, tebu, jagung, sorgum biji, sorgum manis, sagu, varen, nipah, lontar, kelapa dan padi. Dari beberapa sumber bioetanol tersebut, aren merupakan tanaman sumber bioetanol yang paling potensial dan sebagai salah satu bahan baku bioetanol yang paling produktif. Agar bioetanol dapat di produksi di tingkat masyarakat, maka perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan teknik memproduksi bioetanol secara sederhana yang dapat diterapkan oleh petani aren. Pada penelitian ini yang dikaji adalah pengaruh suhu (T) dan lama fermentasi (t)  terhadap perolehan bioetanol selama proses fermentasi. Suhu yang digunakan  adalah 27 C dan 32 'C. Sarnpel dari masing-masing perlakuan akan diarnbil setiap 24 jam, dimulai dari hari ke tiga, yaitu 72 jam (HJ), 96 jam (H4), 120 jam v(H5), 144 jam (H6) dan 168 jam (H7), analisis yang dilakukan meliputi perubahan nilai kadar gula, pH, total asam dan kadar etanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar gula dan pH seiring bertambahnya waktu fermentasi, baik pada suhu 27 'C dan 32 C. Sebaliknya total asarn semakin  meningkat dengan bertambahnya waktu fermentasi. Peningkatan total asam ini  berkaitan dengan terbentuknya asam selama fermentasi. Kadar etanol semakin meningkat dengan bertambahnya waktu fermentasi baik pada suhu 27C maupun v32 C. Peningkatan terjadi lebih besar pada suhu 32 C. Kadar etanol yang tinggi  diperoleh pada hari ke 5 baik pada suhu 27 C maupun suhu 32c. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>131379</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-13 10:13:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-13 10:13:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>