<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="131295">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH JENIS MEDIA TANAM DAN KOMPOSISI EKOENZIM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD FARIS RAMADHANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Agroteknologi (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman nilam merupakan salah satu tanaman yang dapat menghasilkan minyak atsiri dengan daya lekat yang kuat, dapat dicampurkan terhadap minyak atsiri yang lain dan dapat larut dalam alkohol. Minyak nilam merupakan minyak atsiri yang paling banyak diekspor dan menjadikan Indonesia sebagai eksportir utama pada komoditi ini. Nilam di indonesia umumnya memiliki tiga jenis nilam yang sudah dibudidayakan oleh petani yaitu nilam Aceh (Pogostemon cablin), nilam Jawa (Pogostemon heyneanus) dan nilam sabun (Pogostemon hortensis). Nilam yang paling banyak dibudidayakan adalah jenis nilam Aceh karena memiliki kualitas minyak yang lebih tinggi dari pada lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh jenis media tanam dan komposisi ekoenzim untuk pertumbuhan tanaman nilam Lhoksumawe.&#13;
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial. Rancangan ini digunakan pada percobaan dengan faktor yang diteliti yaitu jenis media tanam dan komposisi ekoenzim. Faktor jenis media tanam yang digunakan terdiri dari 3 jenis yaitu tanah, tanah + arang sekam, dan tanah + pupuk kandang. Faktor komposisi ekoenzim yang digunakan terdiri dari 4 jenis yaitu K0 (Tanpa ekoenzim), K1 (Kulit nenas, kulit buah naga, kulit pisang, kulit mangga), K2 (Kulit nenas, kulit pepaya, kulit jeruk, kulit semangka), K3 (Kulit nenas, kulit pisang, kulit pepaya, kulit melon). Masing masing perlakuan tersebut diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 108 satuan percobaan. Faktor yang diamati dalam penelitian ini adalah karakteristik morfologi tanaman nilam. Karakteristik morfologi terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, bobot biomassa basah tanaman, bobot biomassa kering tanaman, panjang akar, volume akar. &#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasannya pengaruh jenis media tanam berpengaruh tidak nyata terhadap parameter tinggi tanaman, bobot biomassa basah tanaman, bobot biomassa kering tanaman, panjang akar, volume akar. Jenis media tanam berpengaruh nyata dan sangat nyata pada parameter jumlah daun dan jumlah cabang. Hasil penelitian pada jenis media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun umur 56 dan 70 HST, berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang umur 56 dan 70 HST, serta jenis media tanam tanah + pupuk kandang cenderung lebih baik dalam pertumbuhan. Komposisi ekoenzim berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang 28 HST, serta pada komposisi ekoenzim terbaik cenderung terdapat pada komposisi kulit nenas, kulit pepaya, kulit jeruk, kulit semangka (K2).&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>131295</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-12 12:42:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-12 15:30:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>