<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="131287">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK CUKA KULIT PISANG KEPOK (MUSA ACUMINATA COLLA) DENGAN VARIASI KONSENTRASI BIANG CUKA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kaisah Ghufrani Iskandar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Biologi</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kulit pisang merupakan bahagian dari buah pisang yang memiliki banyak manfaat. Kulit pisang belum digunakan secara optimal sehingga menciptakan limbah organik yang lumayan besar. Cuka kulit pisang adalah produk hasil fermentasi asam asetat yang diambil dari kulit pisang. Variasi konsentrasi biang cuka dalam penelitian ini mengidentifikasi karakteristik organoleptik cuka kulit pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi biang cuka terhadap karakteristik organoleptik pada cuka kulit pisang kepok (Musa acuminata Colla). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan jenis penelitian eksperimental dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Panelis penelitian mencakup 5 orang panelis expert dan 25 orang panelis konsumen. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varians dan diuji lanjut dengan BNJ. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi biang cuka mempengaruhi warna, aroma, dan rasa cuka kulit pisang. Diantara keempat perlakuan tersebut, konsentrasi biang cuka 15% merupakan yang paling disukai oleh panelis terlatih maupun tidak terlatih. Studi ini menyimpulkan bahwa konsentrasi biang cuka 15% merupakan konsentrasi optimal untuk menghasilkan cuka kulit pisang dengan sifat organoleptik yang paling baik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>131287</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-12 12:29:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-12 14:58:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>