<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="131223">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN STATUS KARBON ORGANIK (C-ORGANIK) TANAH SAWAH DI KECAMATAN KEUMALA KABUPATEN PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DARMASYI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas pertanian Ilmu Tanah</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>C-Organik adalah bagian tanah yang terdapat suatu sistem kompleks dan dinamis berasal dari sisa-sisa tanaman atau hewan yang di dalam tanah mengalami proses dekomposisi. tujuan penelitian ini untuk mengetahui sebaran status karbon organik pada lahan sawah di Kecamatan Keumala Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan metode sistematis untuk memperoleh sampel tanah sawah dan analisis di laboratorium. Luas areal sawah adalah 1.541,15 hektar dengan jumlah titik sampel 70 titik pada kedalaman 0 – 30 cm setiap jarak antara 500 meter. Sampel tanah setelah di kompositkan berdasarkan warna, tekstur dan struktur menjadi 8 sampel yaitu sampel 1 terdapat pada titik 1, 10, 37, 44, 45, 46, 48, 49, 50, 51, 52, 54, 55, 56 dan 66, sampel 2 pada titik 12, 22, 26, 30, 35, 41, 47, 57, 64 dan 68, sampel 3 pada titik 8, 21, 25, 29, 32, 40, 59, 61 dan 63, sampel 4 pada titik 2, 3, 4, 5, 15, 16, 31, 38 dan 70, sampel 5 pada titik 11, 13, 20, 23 dan 36, sampel 6 pada titik 24, 27, 28, 34, 39, 43, 58 dan 67, sampel 7 pada titik 7, 9, 17, 19, 53, 60 dan 65, dan sampel 8 pada titik 6, 14, 18, 33, 42, 62 dan 69. Indikator yang dianalisis sebagai parameter untuk kajian status tanah yaitu C-Organik tanah. Hasil penelitian C-Organik tanah (0,79 – 2,31%), kadar C-Organik terdapat Sangat rendah seluas 792,63 hektar atau 51,43 %, rendah seluas 298,08 hektar atau 25,83 %, dan Sedang seluas 350,44 hektar atau 22,74 %. Kajian status C-Organik tanah di Kecamatan Keumala Kabupaten Pidie memiliki tiga kriteria yaitu sangat rendah, rendah dan sedang. Untuk meningkatkan status C-Organik tanah sawah dapat dilakukan dengan memanfaatkan jerami setempat atau pupuk kandang.&#13;
Kata kunci: C-Organik, Status, Sampel Tanah&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>131223</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-12 09:37:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-12 10:30:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>