<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="131133">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN SISTEM PELAPORAN PENYAKIT BERSUMBER HEWAN DAN FAKTOR RISIKO KOORDINASIRNLINTAS SEKTOR DI WILAYAH ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sepia Aldyana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Di Indonesia, sistem informasi kesehatan terintegrasi dengan sistem kesehatan melalui Puskesmas untuk menemukan kasus dan pelayanan kesehatan. Tingginya kasus zoonosis ini membuktikan pentingnya koordinasi lintas sektor dari Puskesmas dan Puskeswan yang terintergrasi.Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui sistem pelaporan penyakit bersumber hewan yang digunakan Puskemas di wilayah Kabupaten Aceh Besar, mengetahui tingkat pemahaman serta efisiensi sistem pelaporan penyakit bersumber hewan yang digunakan oleh Puskesmas di wilayah Kabupaten Aceh Besar, serta mengetahui penggunaan sistem kesehatan untuk pelaporan dan koordinasi penyakit bersumber hewan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross-sectional, sampel yang digunakan sebanyak 20 pegawai yang bertugas di 10 Pusat kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Aceh Besar Data dikumpulkan dengan menggunakan tahapan wawancara dan pemberian kuisoner, pertanyaan terdiri dari pertanyaan umum dan pertanyaan khusus. Kuisoner terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reabilitas.Data hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa, Puskesmas di Aceh Besar menggunakan sejumlah sistem pelaporan penyakit bersumber hewan penyakit bersumber hewan yaitu Sistem pelaporan penyakit bersumber hewan surveilans malaria ( SISMAL), Silantor, Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) dan penggunaan aplikasi Ms. Exel untuk menginput pelaporan Rabies, Filariasis. Tingkat pemahaman terhadap penggunaan aplikasi penggunaan sistem pelaporan penyakit bersumber hewan di Puskesmas tergolong baik, dengan (85%) responden berpengetahuan baik. Tingkat kepuasan petugas terhadap sistem pelaporan penyakit bersumber hewan yang digunakan juga baik, (90%). Kendala yang sering ditemukan dalam penggunakan sistem ini ialah akses internet yang tidak selalu stabil, sehingga dapat menghambat pelaporan. Meski begitu, (80%) petugas tidak merasa terkendala dalam penggunaan sistem pelaporan penyakit bersumber hewan.&#13;
Kata Kunci: Kendala, kepuasan, sistem pelaporan penyakit bersumber hewan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>131133</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-11 11:53:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-11 14:37:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>