<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="131121">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH JENIS RIZOBAKTERI DAN DOSIS MIKORIZA ARBUSKULAR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH.)   VARIETAS LHOKSEUMAWE SEBAGAI AGENS BIOFERTILIZER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ruhyatul Nailah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Agroteknologi (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak. Nilam Aceh (Pogostemon cablin Benth.) varietas Lhokseumawe merupakan salah satu varietas unggul yang memiliki tingkat produktivitas terna dan produksi minyak yang tinggi, namun produktivitas tanaman ini menurun setiap tahunnya. Upaya yang dapat dilakukan yaitu menggunakan mikroorganisme tanah seperti Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan pupuk hayati mikoriza. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis rizobakteri dan dosis mikoriza arbuskular terhadap pertumbuhan tanaman nilam varietas Lhokseumawe (Pogostemon cablin Benth.) sebagai agens biofertilizer. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala dan penanaman nilam dilaksanakan di Nilam Innovation Park (Nino Park) Universitas Syiah Kuala, dari bulan Desember 2023 sampai Juni 2024. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama yang diteliti adalah jenis rizobakteri yang terdiri dari 6 taraf 2 perlakuan yaitu tanpa rizobakteri (kontrol), AT 7/2 T, AT 8/2 PC, AT 8/2 T, TT 7/2 T dan BMS 8/1 C. Faktor kedua adalah dosis mikoriza arbuskular yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu tanpa mikoriza (kontrol), 5, 10 dan 15 g. Jenis rizobakteri berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang pada umur 4, 8 dan 12 MSA, panjang akar, bobot biomassa basah, dan bobot biomassa kering, berpengaruh nyata terhadap parameter persentase akar terkolonisasi, serta berpengaruh tidak nyata terhadap luas helai per daun. Jenis rizobakteri terbaik didapatkan pada perlakuan AT 8/2 PC. Dosis mikoriza berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 4, 8 dan 12 MSA, jumlah cabang pada umur 4 MSA, bobot biomassa basah, panjang akar dan bobot biomassa kering dan persentase akar terkolonisasi, berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah cabang pada umur 8 dan 12 MSA, serta berpengaruh tidak nyata terhadap parameter luas helai per daun. Dosis mikoriza terbaik didapatkan pada perlakuan 10 g. Terdapat interaksi yang sangat nyata pada parameter jumlah daun umur 12 MSA, interaksi yang nyata pada parameter bobot biomassa basah dan bobot biomassa kering, serta tidak terdapat interaksi yang terhadap parameter lainnya. Kombinasi terbaik dijumpai pada perlakuan jenis rizobakteri AT 8/2 PC dan dosis mikoriza 10 g. Kata kunci: Biofertilizer, rizobakteri, mikoriza, nilam dan pertumbuhan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>131121</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-11 11:19:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-11 11:58:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>