IDENTIFIKASI ALAT PENANGKAPAN IKAN RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS CCRF DI KABUPATEN ACEH BARAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI ALAT PENANGKAPAN IKAN RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS CCRF DI KABUPATEN ACEH BARAT


Pengarang

Caya Anggun - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Chaliluddin - 197002052008121004 - Dosen Pembimbing I
Rianjuanda - 198603092019031009 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2011103010022

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi, membuat kebutuhan akan ikan sebagai
sumber protein juga meningkat, nelayan di berbagai wilayah berupaya untuk
memenuhi permintaan ini dengan meningkatkan intensitas penangkapan ikan.
Namun, metode penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan telah mengakibatkan
penurunan populasi ikan dan degradasi ekosistem laut. Penelitian ini bertujuan untuk
menilai tingkat keramahan lingkungan dari berbagai alat penangkapan ikan di
Kabupaten Aceh Barat berdasarkan kriteria Code of Conduct for Responsible
Fisheries dalam FAO 1995. Penelitian dilaksanakan pada bulam Juni 2024 di
Kabupaten Aceh Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif
dengan teknik survei, dimana data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan
nelayan. Analisis data yang digunakan aadalah analisis keramahan lingkungan alat
penangkapan ikan berdasarkan pembobotan skor. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pancing tonda dan pancing ulur memiliki tingkat keramahan lingkungan
tertinggi, dengan nilai masing-masing 36 dan 35, dikategorikan sebagai sangat ramah
lingkungan. Pukat cincin, jaring insang millennium, bubu, dan payang juga masuk
kategori ini dengan nilai 33, 33, 31, dan 30. Sebaliknya, trawl nilai 26 dan jaring
insang berlapis nilai 27 dikategorikan kurang ramah lingkungan karena dampak
negatifnya terhadap habitat laut dan tingginya tangkapan sampingan.
Kata Kunci: Alat tangkap, CCRF, ramah lingkungan, Aceh Barat

As population growth increases, the demand for fish as a source of protein also increases, and fishermen in various regions are trying to meet this demand by increasing the intensity of fishing. However, unsustainable fishing methods have resulted in declining fish populations and degradation of marine ecosystems. This study aims to assess the level of environmental friendliness of various fishing gear in West Aceh District based on the Code of Conduct for Responsible Fisheries criteria in FAO 1995. The research was conducted in June 2024 in West Aceh District. The research method used was a descriptive method with a survey technique, where data were collected through direct interviews with fishermen. The data analysis used was the analysis of the environmental friendliness of fishing gear based on score weighting. The results showed that the trolling line and handline had the highest level of environmental friendliness, with scores of 36 and 35 respectively, categorized as very environmentally friendly. Purse seines, millennium gill net, traps, and danish seine also fell into this category, scoring 33, 33, 31, and 30. In contrast, trawls scored 26 and layered gill nets scored 27 and were categorized as less environmentally friendly due to their negative impacts on marine habitats and high bycatch. Keywords: Fishing gear, CCRF, environmentally friendly, West Aceh

Citation



    SERVICES DESK