PENGARUH VOLUME KOMPOS PADA MEDIA TANAM DAN INTERVAL WAKTU PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHANRNBIBIT KAKAO (THEOBROMA CACAO L) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH VOLUME KOMPOS PADA MEDIA TANAM DAN INTERVAL WAKTU PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHANRNBIBIT KAKAO (THEOBROMA CACAO L)


Pengarang

Masitah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0605101010056

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2011

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

MASITAH "Pengaruh Volume Kompos pada Media Tanam dan Interval Waktu Penyiraman terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) ", dibawah bimbingan Dr. Ir. Ashabul Anhar, M.Sc sebagai pembimbing ketua dan Ir. Fuadi Harun, MS. sebagai pembimbing anggota.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui volume kompos dan interval waktu penyiraman yang tepat agar diperoleh pertumbuhan bibit kakao yang optimal, serta untuk mengetahui ada tidaknya interaksi antara kedua faktor tersebut.
Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh, yang berlangsung dari tanggal 14 Juni 2010 sampai dengan 4 0ktober 2010.
Benih yang digunakan adalah benih kakao jenis klon lokal yang berasal dari kebun petani kakao di Desa Lon Baroh, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar. Media tanam yang digunakan adalah tanah lapisan atas
(top soil) jenis podsolik merah kuning yang diperoleh dari Desa Mesjid, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya. Pupuk kompos yang digunakan berupa kompos sampah rumah tangga. Sedangkan sumber air yang digunakan untuk penyiraman adalah air sumur di Darussalam, Banda Aceh.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 3 x 4 pola faktorial dengan 3 ulangan dan setiap satuan percobaan terdiri atas 3 sampel tanaman. Ada 2 faktor yang di teliti yaitu faktor volume kompos yang terdiri atas 3 taraf yaitu 2 bagian tanah + I bagian kompos (Mi), 3 bagian tanah + 1 bagian kompos 042), dan 4 bagian tanah + 1 bagian kompos qu3), serta faktor interval waktu penyiraman yang terdiri atas 4 taraf yaitu I hari sekali (Ii), 2 hari sekali
(12), 3 hari sekali (13), dan 4 hari sekali (14). Hasil analisis ragam yang menunjukkan pengaruh yang nyata antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil pada taraf 5%.
Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan naungan, persiapan media tanam, persiapan benih, persemaian benin. penanaman, penyiranan, pengendalian hama dan penyakit, pengendalian gulma, dan penganatan. Pengamatan dilakukan terhadap tinggi bibit, diameter pangkal batang, panjang akar, luas daun, berat basah berangkasan, berat basah akar, berat kering berangkasan, dan berat kering akar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume kompos pada media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap panjang akar, berpengaruh nyata terhadap berat kering akar dan berat kering berangkasan, namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter pangkal batang pada umur 30, 45, 60, 75, 90 HST, luas daun. berat basah akar, dan berat basah berangkasan. Sedangkan interval penyiraman berpengaruh sangat nyata terhadap panjang akar, berpengaruh nyata terhadap berat basah berangkasan dan berat kering berangkasan, namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter pangkal batang pada umur 30, 45, 60, 75, 90 HST, luas aun, berat basah akar dan berat kering akar. Tidak terdapat interaksi yang nyata terhadap semua peubah yang diamati antara volume kompos pada media tanam dan interval penyiraman.
Pertumbuhan bibit kakao terbaik dijumpai pada perlakuan volume kompos 4 : 1 (M3). Sedangkan interval penyiraman terbaik cenderung didapati pada interval penyiraman 4 hari sekali (14).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK