<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13104">
 <titleInfo>
  <title>STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN MILITERI-01 BANDA ACEH NOMOR:</title>
  <subTitle>138-K/PM I-01/AD/IX/2013TENTANG MEMPERNIAGAKAN SATWA LIAR YANG DILINDUNGI</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ACHMAD LUTHFI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pasal  21  ayat  (2)  b Undang-Undang  Nomor  5  tahun  1990  tentang  Konservasi Sumber  Daya  Alam  Hayati  dan  Ekosistemnya,  menyebutkan: “Setiap  orang  dilarang menyimpan,  memiliki,  memelihara,  mengangkut,  dan  memperniagakan  satwa  yang dilindungi dalam keadaan mati”. Di dalam Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang tersebut juga ditegaskan bahwa: “Barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  21  ayat  (1)  dan  ayat  (2)  serta  Pasal  33 ayat  (3)  dipidana dengan  pidana  penjara  paling  lama  5  (lima)  tahun  dan  denda  paling banyak  Rp.  100.000.000,00  (seratus  juta  rupiah)”.  Namun dalam  putusanNomor  138- K/PM I-01/AD/IX/2013, Majelis Hakim Pengadilan Militer hanya memvonis terdakwa dengan hukuman relatif ringan dibandingkan dengan ancaman pidana maksimalnya dan belum sepenuhnya mengakomodasi nilai-nilai keadilan.Penulisan  studi  kasus  ini  bertujuan untuk  menjelaskan adanya  tuntutan  Oditur Militer  yang  tidak  cermat    dalam  menyusun  unsur-unsur  delik dan untuk menjelaskan apakah putusan Majelis Hakim sudah memperhatikan  rasa  keadilan  masyarakat dan kemanfaatan.Penelitian  studi  kasus  ini  bersifat  menjelaskan  dan  merupakan  penelitian  hukum normatif.  Metode  pengumpulan  data  dilakukan  melalui  studi  kepustakaan  yang mencakup  buku-buku,  peraturan  perundang-undangan,  putusan  pengadilan  dan  lain sebagainya. Selain  itu  juga  dilakukan wawancara  dengan  para  pihak  terkait  dengan materi  putusan  yang  akan  dikaji. Studi  ini  dilakukan  dengan  cara  menelaah  putusan pengadilan dan mencari solusi atas permasalahannya.Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa Oditur  Militer  tidak  cermat  dalam merumuskan unsur-unsur  delik  yaitu  khususnya  Unsur  ke- 1:  “Setiap  Orang”,  dimana Oditur  Militer  dalam  tuntutanya  merumuskan unsur  delik  tersebut dengan mengkaitkannya  dengan  pasal  yang  sama  sekali  tidak relevan dengan  tindak  pidana yang didakwakan kepada terdakwa  yaitu, Pasal 44 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 23  Tahun  2004  Tentang  Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Putusan Nomor 138-K/PM  I-01/AD/IX/2013,  Majelis  Hakim  Pengadilan  Militer  hanya memvonis  terdakwa  dengan  hukuman relatif  ringan  dibandingkan  dengan  ancaman pidana maksimalnya sehingga belum sepenuhnya mengakomodir nilai-nilai keadilan.Disarankankepada Oditur  Militer harus  lebih  cermat  lagi  dan  tetap  konsekuen dalam  merumuskan  unsur-unsur  delik  dengan  tetap  merujuk  kepada  pasal  yang didakwakan. Dalam  hal  terjadi    konflik  antara  keadilan  dan  kepastian  hukum  serta kemanfaatan, maka unsur keadilanlah yang seharusnya didahulukan.</note>
 <subject authority="">
  <topic>COURTS - LAW</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MILITARY COURTS</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>13104</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-03-27 09:18:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-09-27 15:04:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>