<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="131031">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN LAPISAN PERMUKAAN DI DAERAH TERDAMPAK TSUNAMI DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER-SCHLUMBERGER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nur Hasana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Fisika</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kajian lapisan permukaan di Daerah yang terdampak tsunami menggunakan metode geolistrik telah dilakukan di Daerah Gampong Tibang dan Gampong Alue Naga, Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendapatkan struktur bawah permukaan berdasarkan variasi nilai resistivitas, menentukan model struktur bawah permukaan dan menginterpretasikan model struktur bawah permukaan terkait dengan adanya dampak tsunami di Daerah penelitian. Metode ini dipilih karena sensitivitasnya terhadap perubahan jenis material batuan. Pengukuran geolistrik resistivitas dilakukan pada tiga lintasan yang terbentang sepanjang 18,8 m untuk setiap lintasannya. Elektroda yang digunakan sebanyak 48 elektroda dengan spasi antar elektroda 40 cm menggunakan konfigurasi wenner-schlumberger. Hasil penelitian menunjukkan nilai resistivitas yang bervariasi yaitu pada lintasan 1 berkisar 0,12 – 149,2 Ohmmeter, lintasan 2 berkisar 0,5 – 750 Ohmmeter, dan lintasan 3 berkisar 1 – 1500 Ohmmeter. Hasil menunjukkan struktur dan karakteristik lapisan bawah permukaan yang terdampak tsunami memiliki lapisan yang sama, terdiri dari reiclamed area dengan nilai resistivitas berkisar 13,1 – 1500 Ohmmeter. Lapisan 2 mengandung pasir dan lempung yang lebih kering dengan nilai resistivitas berkisar 2 – 100 Ohmmeter. Pasir dan lempung yang terkontaminasi dengan air laut terdapat di lapisan lainnya dengan nilai resistivitas berkisar 0,12 – 8 ohm. . Pada Lintasan 1 diperoleh nilai pH 6,09 – 6,52 ini menunjukkan bahwa nilai pH asam. Pada Lintasan 2 diperoleh nilai pH 6,35 – 7,96 ini menunjukkan bahwa nilai pH asam hingga basa. Pada Lintasan 3 diperoleh nilai pH 6,09 – 7,03 ini menunjukkan nilai pH asam hingga netral. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi struktur bawah permukaan di daerah penelitian dan memberikan gambaran mengenai dampak tsunami terhadap kondisi geologi Daerah tersebut. Variasi nilai resistivitas menunjukkan adanya perbedaan jenis material batuan dan kemungkinan adanya kontaminasi air laut. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk studi lebih lanjut, misalnya untuk evaluasi potensi bencana, perencanaan tata ruang, dan daerah pertanian. &#13;
&#13;
Kata kunci : Resistivitas, pH tanah, Konfigurasi Wenner-Schlumberger&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>131031</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-10 15:26:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-10 16:18:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>