<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130987">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH VARIETAS DAN DOSIS KCL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON (CUCUMIS MELO L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muzal Aryabir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Melon (Cucumis melo L.) merupakan buah yang banyak diminati karena rasa dan buahnya yang harum serta kaya akan manfaat. Namun, produksi melon tidak memenuhi permintaan akibat teknik budidaya yang kurang optimal. Salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil melon adalah dengan penggunaan varietas dan pupuk KCl yang tepat. Penelitian ini bertujuan menemukan varietas dan dosis KCl terbaik untuk tanaman melon. Penelitian ini dilakukan di Desa Lampuuk, Kecamatan Darussalam dan Laboratorium Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, dari Februari sampai Mei 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3 x 4 dengan dua faktor yang diteliti yaitu varietas dan dosis KCl. Faktor pertama adalah varietas yang terdiri dari tiga taraf yaitu Amanta F1, Aramis F1 dan Madesta F1. Faktor kedua adalah dosis KCl yang terdiri dari empat faktor yaitu 0,0, 4,5, 9,0 dan              13,5 g tanaman-1. Peubah yang diamati adalah panjang tanaman, diameter batang, bobot berangkasan basah, bobot berangkasan kering, umur berbunga, diameter buah, ketebalan daging buah, bobot buah, tingkat kemanisan buah dan kadar vitamin C. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas melon berpengaruh sangat nyata terhadap umur berbunga, bobot buah, ketebalan daging buah, tingkat kemanisan buah dan vitamin C. Varietas melon berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman umur 28 HST. Pertumbuhan dan hasil tanaman melon lebih baik diperoleh pada perlakuan varietas Madesta F1. Dosis pupuk KCl berpengaruh sangat nyata terhadap panjang tanaman umur 28 HST, umur berbunga, bobot buah, diameter buah dan tingkat kemanisan buah. Dosis KCl berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman umur 35 HST. Pertumbuhan dan hasil tanaman melon lebih baik diperoleh pada perlakuan dosis KCl 9,0 g tanaman-1. Terdapat interaksi sangat nyata antara varietas dan dosis KCl terhadap panjang tanaman umur        28 HST dan interaksi nyata terhadap umur berbunga. Pertumbuhan tanaman dan hasil tanaman melon yang lebih baik dipeoleh pada kombinasi perlakuan Amanta F1 dengan dosis KCl 13,5 g tanaman-1.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130987</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-10 12:52:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-10 14:52:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>