<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130971">
 <titleInfo>
  <title>RUMAH POTONG HEWAN DI ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Junita Desa Nanda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>teknik</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK  &#13;
Rumah potong hewan merupakan suatu wadah yang menampung  kegiatan penyembelihan baik fasilitas maupun aktifitas yang berlangsung didalamnya. Adapun kegiatan yang dimaksud adalah pemeliharaan hewan yang akan disembelih, pemeriksaan kesehatan hewan, penyembelihan, pengulitan, pengeluaran jeroan, pembagian karkas, pemeriksaan kesehatan daging dan pengolahan limbah Lokasi perancangan terletak di kecamatan Suka Makmur desa Sibreh yaitu sebagai kawasan pertanian dan peternakan.  Tujuan utama dari perancangan ini adalah menciptakan suatu wadah yang dapat melaksanakan penyembelihan hewan secara benar dan higenis  sesuai dengan syarat yang telah ditentukan  Rumah potong hewan ini berusaha mengadaptasi dan memanfaatkan lingkungan secara berkelanjuatan untuk mencapai keselarasan antara  manusia dan lingkungan dimana pendekatan desain yang dikembangkan dari analisa tapak yang tepat hingga biaya teknis yang efisien, sehingga hasilnya  mampu menyajikan bangunan yang berkelanjutan atau memiliki siklus  bangunan yang tidak akan habis.  Dalam proses perancangan  ini diawali dengan pendekatan  kepustakaan, studi banding dan studi lapangan. Tahap selanjutnya adalah  mengidentifikasi masalah yang timbul dalam perancangan dengan  pertimbangan antara lain : luasan tapak, peraturan pemerintah setempat, kriteria perancangan, ketinggian bangunan dan tuntutan perancangan. Permasalahan tersebut dianalisis lebih lanjut meliputi analisis kondisi lingkungan, analilsis tapak, analisis fungsional dan analisis fisik bangunan. Hasil laporan tugas akhir ini berupa konsep perancangan yang akan  dimanfaatkan dan sebagai pedoman dalam perancangan ini. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130971</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-10 12:24:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-10 14:53:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>