<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130881">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN CAMPURAN BAHAN AKTIF FUNGISIDA TERHADAP ALTERNARIA SOLANI PENYEBAB PENYAKIT BERCAK KERING DAN HASIL TANAMAN TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAFIKA MASLAENI HARAHAP</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Agroteknologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tomat (Solanum lycopersicum L.) termasuk ke dalam jenis tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi dan gizi yang tinggi. Permasalahan yang sering dijumpai pada tanaman tomat adalah serangan penyakit, salah satunya bercak kering yang diakibatkan oleh patogen Alternaria solani. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan pemberian campuran bahan aktif fungisida. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian campuran bahan aktif fungisida terhadap serangan Alternaria solani dan hasil tanaman tomat. &#13;
Penelitian ini dilaksanakan di Learning Development &amp; Centers Syngenta, Desa Panyalaian, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Penelitian berlangsung pada bulan September 2023 sampai dengan Juni 2024. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tomat Natavi F1, fungisida yang berbahan aktif Oxathiapiprolin 30 g/L dan Famoxadon 300 g/L, Oxathiapiprolin 155 g/L dan Azoxystrobin 15 g/L, serta Oxathiapiprolin 400 g/L dan chlorothalonil 6 g/L. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola non faktorial dengan 4 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali. Jumlah sampel yang diamati adalah 4 tanaman dalam satu ulangan, sehingga total sampel yang diamati 64 tanaman. Data hasil pengamatan dianalisis dengan ANOVA. Apabila hasil analisis berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan Uji Duncan New Multiple Range Test pada taraf 5%. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan campuran bahan aktif fungisida berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 49 dan 56 HST, insidensi penyakit, intensitas penyakit, jumlah buah pertanaman, dan bobot buah pertanaman, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 42 HST serta berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 35 HST dan masa inkubasi. Campuran fungisida terbaik terdapat pada perlakuan 4 ml/L (Oxathiapiprolin+Chlorothalonil) menunjukkan pengaruh lebih baik terhadap tinggi tanaman umur 42, 49, dan 56 HST, insidensi penyakit, intensitas penyakit, nilai efikasi, jumlah buah pertanaman, dan bobot buah pertanaman.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130881</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-10 01:23:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-10 09:20:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>