<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130825">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI DAN PERENCANAAN  JARINGAN  DRAINASE KAMPUNG  LAKSANA, BANDA  ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nini chairunnisa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peristiwa  banjir  merupakan salah satu dampak yang sering terjadi di  sekitar kota Banda Aceh karena kesalahan dalam  pengelolaan tata guna lahan.  Hal ini juga disebabkan oleh musibah   tsunami   26  Desember  2004  yang  lalu   yang  mengakibatkan  ada  beberapa jaringan  drainase di  beberapa wilayah yang sudah tidak  berfungsi  sebagaimana mestinya, salab  satunya  yaitu   daerah   Kampung  Laksana.   Oleh   karena   itu   perlu  dilakukan pengevaluasian  terhadap   kinerja  jaringan  drainase  kondisi   eksisting,   dan  kapasitas fungsinya  hingga  tahun  20 I 0.   Hasil  pengujian   kajian   teoritis   sesuai   dengan  hasil penelitian  eksperimental,  yakni  berupa hubungan debit puncak aliran permukaan dengan pola  jaringan    saluran   drainase   perkotaan   melalui    pemahaman   Rumus   Rasional Modifikasi,  yaitu  memperbesar  waktu  konsentrasi   di  hulu  dengan  memperpanjang lintasan, akan memperkecil  nilai  debit  puncak terutama pada kondisi  perubahan tata guna lahan.  Hasil  penelitian eksperimental  ini  menjadi  informasi  untuk studi  kasus lapangan. Berdasarkan pengamatan dan pengukuran di lapangan, Kampung Laksana terdiri dari satu daerah pelayanan dan pembuangan  terakhirnya di  Sungai  Krueng Aceh.  Hasil  evaluasi menunjukkan bahwa terdapat beberapa saluran  yang tidak  mampu  menampung debit rencana.    Oleh    karena    itu     harus    dilakukan    perbaikan    saluran    dengan    tetap mempertahankan  dimensi   dan  slope  yang  telah   ada  sekaligus  disesuaikan  dengan perubahan  tata  guna  lahan  tahun  20 I 0,  kemudian  perencanaan  saluran  baru  dengan penampang hidrolis terbaik  berbentuk persegi  yang memakai  pelindung beton.  Gorong- gorong digunakan pada saluran  primer yang semuanya masih  layak digunakan, sedangkan pada saluran sekunder dan  tersier menggunakan box culvert dimana pada umumnya juga masih layak  digunakan, hanya dua lokasi  yang  mengalami  kerusakan.  Pintu air yang direncanakan adalah  pintu klep otomatis yang bekerja akibat gaya tekanan hidrostatis.&#13;
Pompa direncanakan 2 unit,  sudah tennasuk pompa cadangan, yaitu di saluran pembuang&#13;
Sungai  Krueng Aceh dengan luas  rumah pompa (2x2,5) m2, dan disertai  dengan kolam&#13;
pengumpul   dengan  luas   30,56  m2   berbentuk  trapesium  dengan  kedalaman  3,5  m,&#13;
sehingga mampu menampung kapasitas maksimal  106.960 liter.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DRAINAGE - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>627.54</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130825</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-09 15:44:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-23 10:58:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>