Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HABITAT OPTIMAL GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS) DI CONSERVATION RESPONSE UNIT (CRU) DAS PEUSANGAN ACEH
Pengarang
ALMIZAN JAYA MIKO - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Syafruddin - 196811191994031001 - Dosen Pembimbing I
Ulfa Hansri Ar Rasyid - 199203022019032021 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
1705110010032
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Kehutanan (S1) / PDDIKTI : 54251
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) merupakan salah satu mamalia
yang sangat penting di Pulau Sumatera karena statusnya yang kini terancam punah.
Gajah sumatera menghadapi ancaman besar akibat pembalakan liar, hilangnya dan
terfragmentasinya habitat, serta kematian yang disebabkan oleh konflik dan perburuan.
Karena itu, gajah sumatera ditetapkan sebagai salah satu satwa yang dilindungi di
Indonesia berdasarkan peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106
tahun 2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi, karena telah terancam
punah. Salah satu alternatif penanganan dari kemungkinan punahnya satwa liar adalah
dengan cara pemeliharaan ex-situ misalnya seperti CRU.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi habitat optimal bagi gajah
sumatera di kawasan CRU DAS Peusangan, Aceh. Penelitian ini menggunakan data
primer dan data sekunder yang diperoleh melalui metode wawancara dan observasi
lapangan, sedangkan untuk metode analisis data yang digunakan yaitu mengacu pada
persyaratan gajah hidup di alam Eisenberg.
Hasil dari pelaksanaan penelitian ini adalah kondisi habitat gajah sumatera di
Conservation Response Unit (CRU) DAS Peusangan Aceh meliputi naungan, air,
ketersediaan pakan baik pakan alami maupun pakan tambahan di kandang, garam
mineral, keamanan dan kenyamanan, dan wilayah jelajah (home range). Secara
keseluruhan syarat-syarat yang harus didapatkan gajah sudah terpenuhi, hal ini
didukung oleh tersedianya naungan untuk gajah berlindung dari cuaca yang ekstrim,
ketersediaan pakan alami dan pakan tambahan yang dapat memenuhi kebutuhan pakan
gajah setiap hari, sungai untuk gajah dapat minum dan mandi, serta letak kawasan CRU
yang jauh dari permukiman membuat gajah dapat merasa nyaman karena tidak adanya
gangguan dari aktifitas manusia. Pihak pengelola perlu melakuakan evaluasi terkait
dengan kandang alami di CRU DAS Peusangan, perlu adanya perbaikan kandang serta
persediaan obat-obatan dan vitamin di camp CRU DAS Peusangan bila mana ada
gajah yang terserang penyakit.
The Sumatran elephant (Elephas maximus sumatranus) is one of the critically important mammals on the island of Sumatra due to its endangered status. The Sumatran elephant faces significant threats from illegal logging, habitat loss and fragmentation, as well as mortality due to conflicts and hunting. Therefore, the Sumatran elephant is designated as a protected species in Indonesia under the Ministry of Environment and Forestry Regulation No. P.106 of 2018 concerning protected plant and animal species, due to its endangered status. One alternative for preventing the extinction of wild animals is through ex-situ conservation methods such as Conservation Response Units (CRU). This study aims to identify the optimal habitat for Sumatran elephants in the CRU area of Peusangan Watershed, Aceh. The research utilizes both primary and secondary data obtained through interviews and field observations. The data analysis method used refers to the natural habitat requirements of elephants according to Eisenberg's criteria. The results of this research indicate that the habitat conditions for Sumatran elephants in the Conservation Response Unit (CRU) of Peusangan Watershed, Aceh, include shade, water sources, availability of natural and supplemental food in enclosures, mineral salts, security and comfort, and home range. Overall, the necessary conditions for elephants have been met, supported by the presence of shade for protection from extreme weather, availability of both natural and supplemental food to meet daily dietary needs, rivers for drinking and bathing, and the remote location of the CRU from settlements ensuring elephants' comfort without disturbance from human activities. It is recommended that management conducts evaluations regarding natural enclosures in the CRU of Peusangan Watershed, with improvements needed in enclosures as well as the provision of medicines and vitamins in the event elephants are affected by disease.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI ASAM LAKTAT LACTOBACILLUS SP. DARI FESES GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS) (MAYA INDRIANI TAMBUNAN, 2022)
KARAKTERISTIK HABITAT GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS) DI HUTAN KECAMATAN SERBAJADI KABUPATEN ACEH TIMUR (SUPRIADI, 2021)
PEMERIKSAAN KEBERADAAN TELUR DAN LARVA NEMATODA PASCA PEMBERIAN ANTHELMINTIK PADA GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS) DI CONSERVATION RESPONSE UNIT (CRU) SAMPOINIET ACEH JAYA (Syafriza Harlianda, 2017)
PENGUKURAN KADAR PROGESTERON PADA GAJAH SUMATERA DI BEBERAPA CRU ACEH SERTA HUBUNGANNYA DENGAN FAKTOR CUACA (LAURA SINTHIA, 2025)
IDENTIFIKASI LALAT PENGHISAP DARAH PADA GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS) DI LOKASI CONSERVATION RESPONSE UNIT (CRU) DAN PUSAT KONSERVASI GAJAH (PKG) ACEH (M. Agung Murdiansyah Tanjung, 2018)