<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130693">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA MASYARAKAT PENYINTAS TSUNAMI PASKA 20 TAHUN BENCANA TSUNAMI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ADINDA PRAMESWARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Psikologi</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bencana tsunami Aceh pada tahun 2004 meninggalkan dampak psikologis jangka panjang pada para penyintas meskipun paska 20 tahun, sehingga menjadikan penyintas memiliki cara ataupun strategi untuk bisa melewati masa-masa yang krisis paska bencana tersebut, salah satunya melalui religiusitas. Hal ini dikarenakan religiusitas merupakan salah satu sumber koping yang berkaitan dengan kesehatan mental individu terutama paska mengalami pengalaman traumatis. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan kesehatan mental pada penyintas tsunami Aceh paska 20 tahun bencana menggunakan metode kuantitatif jenis korelasional. Sebanyak 504 masyarakat penyintas tsunami Aceh dipilih menggunakan teknik nonprobability sampling dan mengisi Mental Health Inventory-18 (MHI-18) dan The Centralitiy of Religiosity Scale-15 (CRS-15) sebagai instrumen pengumpulan data penelitian. Hasil analisis data menghasilkan koefisien korelasi r = 0.195 dengan nilai signifikansi (p) = 0,000 (p &lt; 0,05). Hasil ini menunjukkan adanya korelasi positif yang lemah antara religiusitas dan kesehatan mental pada penyintas tsunami Aceh paska 20 tahun. Temuan ini mengimplikasikan bahwa tingkat religiusitas yang lebih tinggi cenderung berkaitan dengan kondisi kesehatan mental yang lebih baik pada penyintas tsunami jangka panjang, namun korelasi yang lemah mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain juga berperan penting dalam menentukan kesehatan mental penyintas.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Kesehatan Mental, Religiusitas, Penyintas, Tsunami Aceh, Paska 20 tahun&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130693</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-09 10:37:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-09 11:09:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>