<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130601">
 <titleInfo>
  <title>PENETRASI PANAS PADA BUAH JERUK BALI  (CITRUS MAXIMA L)SELAMA PROSES HEAT TREATMENT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ari Sandi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penanganan pasca panen ditingkat petani  maupun  ditingkat  pedagang pada umumnya hampir sama, perbedaaanya hanya terletak pada panenamya saja. Kegiatan  pasca panen sangat penting terutama untuk buah jeruk, karena akan menentukan mutu  dan  kualitas  jeruk  yang  dihasilkan.   Umumnya  kualitas   sangat  berperan  dalam&#13;
pemasaran sebab dan memberikan harga yang cukup berarti. Teknologi pasca panen  selain menentukan mutu juga akan  menentukan jumlah kehilangan. Dengan adanya  perlakuan panas yang diberikan pada buah diharapkan buah jeruk bali  &#13;
 tersebut dapat  memiliki mutu serta ketahanan buah dalam masa penyimpanan. Proses heat treament  ini  dilakukan dengan mendistribusikan suhu panas ke dalam buah sehingga segala  bakteri yang membentuk spora seperti genus Bacillus dan Clostridium, maupun telur  ulat yang terdapat dalam buah dapat dimatikan, dengan demikian buah memiliki daya&#13;
simpan lebih lama lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sifat termal dan  distribusi suhu pada perlakuan pada jeruk bali serta menduga suhu pusat jeruk bali   dengan menggunakan model Ball.&#13;
               Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis sifat  termal  buah,  yaitu  conduktivitas  termal,  dan  difusivitas,  dengan  model  analisis  metode Ball. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah Jeruk Bali. Bahan yang  digunakan berjumlah 10 buah jeruk bali dengan 3 kali percobaan.&#13;
               Berdasarkan  hasil  penelitian  dapat  dilihat  bahwa  hasil  perhitungan  dengan  menggunakan persamaan metode  Ball untuk masing-masing perlakuan suhunya lebih  kecil  daripada suhu media yang digunakan.  Dari  hasil  validasi  model   maka dapat  dilihat  bahwa  data  dari  model  tidak  jauh  berbeda  dengan  hasil  data  yang  di  laboratorium  (actual).   Persen  error  (kesalahan)  untuk  penetrasi  suhu  dibawah  5%  maka  disimpulkan model  tersebut  dapat  digunakan pada  parameter penetrasi  suhu  dalam  buah jeruk  bali.  Massa jenis  bahan juga  berpengaruh  terhadap  difusivitas, semakin  tinggi massa jenis bahan, maka semakin kecil nilai difusivitasnya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130601</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-07 11:26:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-07 11:26:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>