<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130599">
 <titleInfo>
  <title>UJI PERFORMANSI ALAT PENGERING DENGAN MENGGUNAKAN KOMPOR SEBAGAI SUMBER ENERGI PANAS UNTUK PENGERINGAN KAKAO ( HEOBROMA COCAO. L)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Eva Fariani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kakao  merupakan  salah  satu  hasil  perkebunan  yang  digunakan  sebagai  bahan makanan  dan minuman.  Kakao  diperdagangkan dalam  bentuk biji  kakao  kering  yang  kadar airnya tinggal  7%.    Proses  pengeringan  mempunyai  peranan  yang sangat penting dalam penanganan biji kakao karena proses pengeringan yang  kurang baik akan mengakibatkan rusaknya fisik, citarasa serta mutu kakao yang mengakibatkan turunnya harga kakao.    Selain  dikeringkan secara alamiah yaitu  dengan   penjemuran   langsung di bawah   sinar  matahari,   kakao   juga  dikeringkan   dengan  alat  pengering  yang  menggunakan  berbagai  bahan  bakar  sebagai sumber energi.&#13;
               Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji performansi alat pengering  untuk  komoditi  kakao  terhadap  laju  penurunan  kadar  air,  laju  pengeringan,  temperatur   dan   kelembaban   relatif.  Variabel-variabel yang   diamati   dalam&#13;
penelitian ini adalah penurunan kadar air, dan pengukuran temperatur.&#13;
               Peralatan pengering mampu menurunkan kadar air kakao hingga mencapai  7 % tanpa merusak struktur bahan.    Rak bawah memerlukan waktu paling cepat  untuk mencapai kadar air hingga 7 % yang membutuhkan waktu hanya  10  jam,  rak tengah selama 12 jaln dan rak atas selama 15 jam.   Periode laju pengeringan  menurun   cepat   untuk  ketiga  rak   terjadi   pada   merit   ke   150.   Periode   laju  pengeringan menurun lambat untuk rak atas dan rak tengch teriadi dari menit  150  sampai menit ke 600,  untuk rak bawah teriadi dari menit  150  sanipai merit ke  300.  Setelah itu tejadi periode laju  pengeringan menurun sangat lambat sampai  akhir proses pengeringan.   Semakin menurunnya kadar air maka laju  pengeringan  juga semakin menurun.&#13;
               Distribusi temperatur didalam peralatan pengering cukup konstan sesuai  dengan kebutuhan.   Distribusi  kelembaban relatif untuk tiap rak membentuk pola  yang   hampir   sama.   Peralatan   pengering   menghasilkan   kakao   yang   bersih,  mempunyai warna yang lebih menarik serta tidak beraroma asap.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CACAO - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DRYING PROCESSES</topic>
 </subject>
 <classification>660.284 26</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130599</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-07 11:00:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-16 15:35:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>