<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130591">
 <titleInfo>
  <title>UJI PERFORMANSI  ALAT TANAM PADL ( RICE TRANSPLANTER) TYPE AP L00 DI LAHAN SAWAH TSUNAMI DESA SULEU ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fitri Nuraida Yanti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tidak  tersedianya  alat  penanam  padi  merupakan  suatu  masalah  dalam upaya  peningkatkan  hasil  pertanian.  penanaman  yang  dilakukan  secara  manual  memerlukan waktu yang begitu  lama apalagi dilakukan untuk mengebakan lahan  yang luas.  Rice Transplanter dapat melakukan kerja lebih efisien dari pada secara  manual.   Umur   bibit  juga    diduga   berpengaruh   terhadap   pengambilan  jumlah  bibit/rumpun   karena  bibit  makin  tua  diameter  batang  makin    besar  sehingga  pengambilan jumlah  bibit  per rumpun  makin  sedikit. Jari  penanam  makin dalam  masuk ke  pengumpan bibit. jari penanam mengambil bibit/rumpun makin banyak.  Hal ini dapat mempengaruhi perfolmansi atau  kemampuan operasional alat tanam  padi (rice Transplanter)  &#13;
               Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  operasional  dan    performansi  alat  tanam  padi  Rice Transplanter)  di  Desa  Suleu  Aceh  Besar,  Nanggroe  Aceh Darussalam.&#13;
               Berdasarkan   hasil   penelitian.   dapat  diketahui   bahwa   kapasitas   lapang  teoritis  sangat  berpengaruh   terhadap  perubahan  waktu  operasi,  panjang  lintasan  serta  lebar keria yang dilalui.  Waktu operasi  sangat berpengaruh   sekali  tehadap  kapasitas lapang teoritis. hal  ini  pada panjang lintasan dan  lebar kerja yang tetap  yaitu dengan  panjang  lintasan 20 m dan  lebar kerja 0,845  m, dimana dengan  semakin  lamanya  waktu  operasi  mata  kapasitas  lapang  teoritis  yang  diperoleh  juga semakin  meningkat.  Waktu operasi juga sangat berpengaruh  sekali  tehadap  kapasitas lapang  efektif, hal  ini  pada luas  lahan operasi  yang tetap yaitu dengan  luas lahan 0,01  ha. dengan semakin lamanya waktu  operasi maka kapasitas lapang  efektif yang  diperoleh juga  semakin  menurun  atau  semakin  kecil.  Maka    niiai  efisiensi  lapang alat tanam padi yang didapat adalah 9.87 %.  &#13;
               Persentase  slip  roda   sangat  berpengaruh  dengan  jarak  roda  di   petak  percobann  lima  kali  putaran  roda  (Sa).  dimana  dengan  semakin  besarnya jarak  roda di  petak  percobaan  lima  kali  putaran  roda (Sa),  maka persentase  slip roda  juga akan menurun sehingga jika diinginkan persentase slip roda yang kecil maka  jarak roda di  petak percobaan  harus ditingkatkan.  Pada saat  umur bibit  13  hari  dengan jarak teoritis lima kali putaran roda (St) 9.06 in dan Sa sama  dengan 7,14  in, maka diperoleh slip roda 21 .192 % sedangkan pada umur bibit 21  hari dengan  nilai  St  sama  dengan  9.10   in  dan  Sa  6.94  in  maka  diperoleh  nilai  slip  roda  23,73 %.                &#13;
               Missing hills  akan   semakin   besar  jika  jumlah   bibit   dalam  I petak penelitian (Y) sedikit dan persentase   Missing hills  akan semakin kecil jika jumlah  bibit dalam  I  petak penelitian (Y) semakin banyak. Persentase Missing hills juga  dipengaruhi oleh bibit yang mengapung/hilang, dengan semakin besarnya jumlah  bibit  yang  mengapung/hilang  maka  persentase  Missing hillsi.  yang  teriadi  juga  semakin  besar.  Pada saat  umur bibit  13  hari  dengan nilai  Y  sama dengan 4242  bibit   dan   bibit   yang   mengapung   atau   hilang   (X)   beriumlah   14   bibit   maka diperoleh  nilai Missing hills 0.330 %.  sedangkan  pada umur bibit 21  hari  dengan  jumlah  Y  sama  dengan   1750  bibit  dan  bibit  yang  mengapung  atau   hilang  (X)  berjumlah 29 bibit maka diperoleh nilai  Missing hills I.657 %.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130591</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-07 10:26:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-07 10:26:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>