<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130563">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN) KELAPA SAWIT DI KABUPATEN NAGAN RAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Auliatul munawarah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Agribisnis (S1)</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Rantai pasok kelapa sawit di Kabupaten Nagan Raya melibatkan tiga pelaku utama:&#13;
petani, pedagang pengumpul, dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Rantai pasok ini mengatur&#13;
aliran produk, informasi, dan keuangan dari hulu ke hilir. Petani kelapa sawit menanam,&#13;
merawat, dan menjual tandan buah segar (TBS) kepada pedagang pengumpul. Pedagang&#13;
pengumpul kemudian menjual TBS ke PKS untuk diolah menjadi produk turunan seperti&#13;
minyak sawit mentah (CPO) dan kernel. Aliran produk melibatkan pengangkutan TBS dari&#13;
petani ke pedagang pengumpul, kemudian ke PKS. Aliran informasi terdiri dari pertukaran&#13;
data mengenai kuantitas dan kualitas produk, status pengiriman, serta informasi pembayaran&#13;
antara petani, pedagang, dan PKS. Aliran keuangan mencakup pembayaran yang dilakukan&#13;
dari PKS ke pedagang, dan dari pedagang ke petani. &#13;
Efisiensi Rantai Pasok ditentukan melalui margin pemasaran, farmer’s share, dan&#13;
rasio keuntungan terhadap biaya. Margin pemasaran merupakan selisih antara harga yang&#13;
diterima petani dan yang dibayar konsumen (PKS). Petani menerima harga Rp. 2.060 per kg&#13;
TBS, sementara pedagang menjualnya ke PKS seharga Rp. 2.210, dengan keuntungan&#13;
pedagang sebesar Rp. 150 per kg. Biaya pemasaran yang dikeluarkan pedagang adalah Rp.&#13;
85 per kg. Farmer’s Share mencerminkan bagian harga yang diterima petani, dan nilai yang&#13;
dihitung mencapai 93,2%, yang menunjukkan efisiensi tinggi. Semakin tinggi nilai ini,&#13;
semakin efisien rantai pasok. Rasio keuntungan terhadap biaya dalam rantai pasok kelapa&#13;
sawit mencapai 3,8%, menunjukkan efisiensi yang baik karena nilai ini berada dalam rentang&#13;
efisien (0-50%). Secara keseluruhan, rantai pasok kelapa sawit di Kabupaten Nagan Raya&#13;
berjalan dengan efisien, ditandai dengan pengelolaan yang baik dari aliran produk,&#13;
informasi, dan keuangan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130563</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-06 19:32:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-09 09:36:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>