<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130555">
 <titleInfo>
  <title>KEMAMPUAN PENALARAN PROPORSIONAL DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISTEMATIS DAN INTUITIF SISWA DI MTSN 2 BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Trisna Isnanda Putri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Matematika</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kemampuan penalaran proporsional penting untuk dikuasai oleh siswa agar mereka dapat menyelesaikan masalah matematika yang menggunakan hubungan multiplikatif. Siswa dikatakan menguasai penalaran proporsional apabila telah memenuhi indikator, yaitu memahami kovariasi, mengenali situasi proporsional atau nonproporsional dan menggunakan strategi multiplikatif. Guru berperan untuk mengembangkan kemampuan penalaran proporsional siswa dengan memperhatikan gaya kognitif sistematis atau intutif pada diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan penalaran proporsional siswa dengan gaya kognitif sistematis dan intuitif di kelas VII MTsN 2 Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini sebanyak empat orang yaitu siswa di kelas VII. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes gaya kognitif (CSI), tes penalaran proporsional dan wawancara. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk kredibilitas data, peneliti menggunakan triangulasi teknik yaitu membandingkan hasil tes dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa bergaya kognitif sistematis berhasil memenuhi hampir seluruh aspek pada tiap indikator. Pada indikator memahami kovariasi, siswa dengan gaya kognitif intuitif tidak dapat memenuhi satu dari empat aspek, siswa intuitif cenderung mengabaikan beberapa informasi pada soal yang mengakibatkan siswa kesulitan mengidentifikasi kuantitas dan tidak mampu menjelaskan alasan memilih jenis perbandingan ketika menyelesaikan soal. Pada indikator mengenali situasi proporsional dan nonproporsional, siswa intuitif mampu memahami soal memuat situasi proporsional, sehingga hanya dapat diselesaikan dengan strategi yang memuat hubungan multiplikatif, namun sama seperti siswa dengan gaya kognitif sistematis, siswa dengan gaya kognitif intuitif juga hanya dapat menyelesaikan soal dengan strategi perkalian silang.&#13;
&#13;
Kata kunci : Gaya Kognitif Intuitif, Gaya Kognitif Sistematis, Penalaran Proporsional. &#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130555</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-06 18:42:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-09 09:45:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>