<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130545">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH BLANSIR DAN TEBAL RAJANGAN DAGING DAN BIJI ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL) TERHADAP MUTU FISIK0 KIMIA MINYAK ALPUKAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rea Triana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Alpukat  (Persea  americana  Mill)  adalah  salah  satu  komoditi  hortikultura  yang sangat dikenal di masyarakat. Alpukat sebagai bahan non pangan masih jarang  dimanfantkan.  Adanya  kandungan  minyak  yang  cukup tinggi  dalam  alpukat  ini  memungkinkan  bagi  komoditi  tersebut  untuk  dikembangkan  menjadi  salah  satu  sumber minyak nabati bagi keperluan industri non pangan seperti kosmetika, sabun  dan krim wajah.&#13;
               Penelitian  ini  bertujuan untuk mengkaji  pengaruh  blansir dan  mendapatkan  tebal rajangan optimal serta bahan  baku (daging dan biji) alpukat yang tepat dalam  menghasilkan minyak alpukat dengrn rendemen dan karakteristik mutu  fisiko kimia  (Bilangan asam,  bilangan peroksida,  biLangan  iod,  bilangan  penyabunan  dan  bobot  jenis) yang baik.  Variabel yang digunakan adalah perlakuan blansir yang terdiri dari  dua taraf : blansir dan non blansir dan tebal rajangan  terdiri dari dua taraf : rajangan  1 -3 mm dan 4-6 mm.&#13;
               Bubuk alpukat kering sebanyak 200 gram diekstraksi dengan pelarut heksan  pada temperatur 50°C dengan rasio hahan terhadap heksana adalah 1 :5 selama 5 jam.  Kemudian  campuran  bubuk  alpukat  dan  misela  disaring  vakum.  Misela  diuapkan  untuk memisahkan minyak dengan pelarut menggunakan rotary vacuum evaporator. Minyak  alpukat   yang  dihasilkan  dianalisis   rendemen,   bilangan  asam,   bilangan  peyabunan, bilangan iod, bilangan peraksida dan bobot  jenis.&#13;
               Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan  uji  lanjutan Beda Nyata Terkecil.  Hasil analisis sidik ragam minyak daging alpukat  menunjukkan perlakuan blansir memberikan pengaruh yang sangat nyata (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130545</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-06 17:20:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-06 17:20:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>