<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130543">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMANASAN BERULANG PADA CAMPURAN BETON ASPAL DENGAN BAHAN TAMBAH BAN BEKAS TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sukandar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak &#13;
 Beton aspal adalah jenis perkerasan jalan yang terdiri dari campuran agregat dan  aspal dengan atau tanpa bahan tambahan. Material-material pembentuk beton aspal  dicampur di instalasi pencampuran pada suhu tertentu, kemudian diangkut ke lokasi.  dihamparkan. dan dipadatkan. Dalam proses pengangkutan campuran untuk pemadatan kemungkinan terjadinya perubahan cuaca. misalnya hujan. Kondisi ini menyebabkan  campuran beraspal tersebut tidak dapat dihamparkan. Biasanya, aspal yang tidak  dipadatkan karena kendala tersebut dibuang. Untuk itu maka diteliti perilaku campuran beraspal yang dipanaskan berulang  I dan 2 kali. Untuk meningkatkan stabilitas  ditambahkan bahan tambah yaitu ban bekas kedalam campuran beraspal. Penambahan ini ditujukan untuk meningkatkan viskositas (kekentalan) bahan pengikat, memperlambat proses oksidasi dan penuaan kemudian baru campuran aspal dipadatkan, Hasil percobaan marshall merupakan nilai parameter Marshall pada campuran beraspal. Hasil stabilitas marshall pada O kali pemanasan berulang dengan penambahan ban bekas 1% adalah 2895.9 kg, 2% adalah 2690.8 kg dan 3% adalah 2295.2 kg. Nilai stabilitas marshal! pada campuran aspal dengan penambahan ban bekas yang dipanaskan berulang I kali untuk I% adalah 2217.4 kg, 2% adalah 3041.4 kg dan 3% adalah 2510.0 kg. Nilai stabilitas marshal! pada campuran aspal dengan penambahan ban bekas yang dipanaskan berulang 2 kali yang 1% adalah 2118.9 kg, 2% adalah 2532.6 kg dan 3% adalah 30 I 8.8 kg. Dari keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa nilai campuran beton aspal dengan bahan tambah ban bekas yang 0 kali pemanasan berulang temyata lebih bagus dari pada I dan 2 kali pemanasan ulang. Namun nilai parameter Marshall dari campuran beraspal lainya seperti flow, density, VFA, VIM, dan VMA tidak masuk kedalam spesifikasi yang disyaratkan.   &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ASPHALT CONCRETE - ROAD ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>625.85</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130543</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-06 17:15:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-14 14:54:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>