PERANAN KERAJAAN ACEH DARUSSALAM DALAM MENGUSIR PORTUGIS DI MALAKA (1511 - 1641) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERANAN KERAJAAN ACEH DARUSSALAM DALAM MENGUSIR PORTUGIS DI MALAKA (1511 - 1641)


Pengarang

Rini Adhara - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0361120015

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Sejarah (S1) / PDDIKTI : 87201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FKIP.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

PERANAN KERAJAAN ACEH DARUSSALAM DAL.AM MENGUSIR PORTUGIS DI MALAKA (1511-1641) Oleh : Rini Adhara Malaka merupakan sebuah Bandar perdagangan yang paling maju dalam sejarah perdagangan internasional dikawasan Asia Tenggara, terutama pada abad ke 15 dan 16. Eksistensi Malaka sebagai salah satu kerajaan maritim dan pusat perdagangan sangat dikenal di nusantara sehingga banyak berdatangan para pedagang baik Eropa, Arab, Cina, Turki, India, dan Negara-negara yang dekat dengan Malaka. Tujuan penehitian ini adalah ingin mengetahui kedatangan Portugis di Malaka, timbulnya reaksi rakyat Aceh terhadap kedatangan Portugis di Malaka, dan keberhasilan kerajaan Aceh dalam melakukan perlawanan terhadap Portugis. Penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan, dengan penelaahan sejumlah sumber tertulis terutama buku-buku yang berkaitan dengan kajian skripsi ini. Di samping itu, juga menggunakan metode sejarah kritis analitis yaitu heuristtk, kritik dan interpretast serta pengkisahan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa latar belakang kedatangan Portugis ke Malaka antara lain Portugis ingin menguasai Malaka karena Malaka sangat menguntungkan dan Portugis juga ingin memperluas wilayah kekuasaannya serta menyebarkan agama yang dianutnya yaitu Kristen Katohik. Adanya reaksi dari kerajaan Aceh Darussalam terhadap Portugis karena Malaka sudah berhasil dikuasai Portugis pada tahun 1511, dan Portugis juga berambisi untuk menguasai pcrdagangan dengan sistem monopoli seluruh daerah lain yang ada disekitar Malaka termasuk Aceh. Sultan Ali Mughayat Syah terus melakukan upaya agar Portugis meninggalkan Malaka tetapi tidak berhasil. Ketika kerajaan Aceh Darussalam di pimpin oleh Sultan Alaidin Riayat Syah AI-Kahhar, ia selalu berusaha dan selalu bekerja sama dengan bangsa Timur Tengah seperti Turki, untuk meminta bantuan berupa senjata untuk melakukan perlawanan terhadap Portugis. Pada masa kerajaan Aceh Darussalam dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda, Portugis kewalahan karena Sultan Iskandar Muda terus menentang kolonialisme baik dilakukan melalui peperangan maupun diplomasi. Pada tahun 1641 Malaka dikuasai oleh VOC (Belanda) sedangkan Portugis terpaksa meninggalkan Malaka

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK