<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130519">
 <titleInfo>
  <title>STUDI KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL BETON HASIL DAUR ULANG (STUDI KASUS ASPAL BETON BAKAS JALAN BANDA ACEH-MEDAN KM 80-90)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Suci Lorena</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK  &#13;
Semakin meningkatnya pemakaian agregat untuk bahan konstruksi perkerasan jalan diperlukan suatu pemikiran untuk mencari alternatif yang lebih ekonomis dan memenuhi persyaratan. Salah satu alternatif adalah daur ulang. material lama yang  tidak dipakai lagi dimanfaalkan kembali untuk pembangunan jalan dengan  menambahkan material yang baru. Obyek penelitian ini adalah aspal beton bekas yang berasal dari Jalan Banda Aceh-Medan Km 80-90 dengan masa pelayanan dua  tahun. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari karakteristik campuran aspal beton  daur ulang. Hasil penelitian dibandingkan dengan karakteristik campuran aspal beton  awal yang diperoleh dari Dinas Prasarana wilayah Provinsi NAD. Material yang  digunakan pada campuran ini terdiri dari material bekas, agregat baru, dan aspal baru penetrasi 60/70. Dari hasil pemeriksaan ekstraksi pada material bekas diperoleh  kadar aspal yang tersisa sebesar 5,65% sedangkan kadar aspal design awal sebesar 6,2% sehingga terjadi pengurangan kadar aspal sebesar 0,55% dan dari pemeriksaan gradasi agregat bekas dibutuhkan penambahan agregat baru. Pencampuran material bekas dan penambahan agregat baru dengan cara penyesuaian gradasi dengan data awal. Penambahan fraksi agregat yang belum memenuhi syarat menggunakan rumus Talbot. Metode pencampuran aspal beton daur ulang adalah metode tak langsung. Vnriasi kadar aspal sebesar 5,8%, 6%, 6,3%, 6,5%, dan 7%. Dari hasil pengujian Marshall diperoleh KAO 6,65% dengan stabilitas 1236.70 kg, flow 5,00 mm, density 2,35gr/em', VMA 17,91%, VIM 3,0%, VFB 83,65%, Marshall quotient 4,52KN/mm dan durabilitas 84,21%. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa aspal beton bekas Jalan Banda Aceh-medan Km 80-90 dapat digunakan kembali sebagai bahan campuran aspal untuk lapisan perrnukaan jalan karena karakteristiknya memenuhi persyaratan untuk lalu lintas berat yang ditetapkan AASHTO 1990.   &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130519</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-06 16:44:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-06 16:44:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>