KOTA BANDA ACEH MASA REVOLUSI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 1945-1949 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KOTA BANDA ACEH MASA REVOLUSI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 1945-1949


Pengarang

Sri Gunarti - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0606101020006

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Sejarah (S1) / PDDIKTI : 87201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FKIP., 2011

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Kota Banda Aceh merupakan ibukota Provinsi Aceh yang memiliki peranan penting dalam lintasan sejarah Nusantara. Kota ini terletak di pesisir pantai dengan Krueng Aceh (Sungai Aceh) sebagai penghubung utama menuju pusat kota, karena didukung lingkungan alam yang strategis dan produksi komoditi perdagangan yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran dunia seperti rempah-rempah , kopi, nilam dan hasil pertanian lainnya, maka kota ini telah terorbit dalam jaringan perdangan dengan bangsa-bangsa di Asia Tenggara, sejak masa Sultan Iskandar Muda sampai masa peran g Belanda di Aceh. Pasca kemerdekaan Banda Aceh terus memegang peranan penting scbagai kota yang memiliki pengaruh terhadap sosial budaya, politik dan ekonomi. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mernaparkan aktivitas politik, sosial dan ekonomi masyarakat Kota Banda Aceh masa revolusi kemerdekaan dan mengungkapkan pengaruh aktivitas revolusi terhadap perkembangan fisik Kola Banda Aceh. Pembahasan skripsi ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research) yaitu penelitian historis dengan menelaah atau mengkaji sumber tertulis khususnya sumber primer di perpustakaan yang berkaitan dengan skripsi ini. Kesimpulan yang dapat ditarik antara lain bahwa aktivitas masyarakat Aceh pada masa Revolusi Kemerdekaan Republik Indonesia berpengaruh pada aktivitas politik dan sosial. Akan tetapi, dalam bidang ekonomi, kendatipun kondisi politik tidak aman namun kota Banda Aceh tetap bergeliat dalam bidang ekonomi. Artinya proses perdagangan yang tetap berlangsung di pasar-pasar Kota Banda Aceh. Kota Banda Aceh sebagai tempat kedudukan pimpinan daerah telah beberapa kali terjadi pergantian, pertama dipimpin oleh seorang Keresidenan, Gubemur, Gubemur Militer dan Dewan Pemerintahan Keresidenan. Pengaruh aktivitas revolusi terhadap perkembangan fisik Kota Banda Aceh tidak begitu besar. Disadari bahwa selama kurun waktu 1945-1949, kondisi perpolilikan Indonesia masih belum stabil, hal ini memberi pengaruh terhadap bidang ekonomi. Artinya secara fisik tidak ada infrastruktur yang dibangun pada masa revolusi kemerdekaan khususnya pembangunan Kota Banda Aceh dan bangunan fisik terutama gedung-gedung yang telah ada juga tidak ada yang hilang (hancur) selama revolusi fisik.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK