<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130493">
 <titleInfo>
  <title>PBRBANDINGAN PENGERINGAN BAWANG PUTIH ( ALIUM SATIVUM L.) MENGGUNAKAN ALAT PEMANAS LISTRIK HEARTER (APH) DENGAN PENGERINGAN SECARA TRADISLONAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurbaiti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengeringan merupakan salah satu proses pengurangan kandungan air sampai batas  tertentu,  dengan  prinsipnya  menghilangkan  atau  mengeluarkan  .sebahagian  kandungan air dari suatu bahan dengan cara pemanasan untuk menguapkan air pada  bahan   tersebut.   Proses   pengeringan   dapat   dilakukan   dengan   dua   cara   yaitu&#13;
pengeringan secara alamiah dan buatan. Pada penetitian ini penulis melakukan studi  eksperimental    tentang    alat     sistem    pengeringan    buatan    yang    bernama    Alat  Pengeringan  Hearter (APH) dengan  menggunakan  heater  sebagai  sumber pemanas.  APH berbentuk lemari pengering (cabinet  dryer) yang terdiri dari 3 buh jumlah rak yang  berfungsi sebagai tempat peletakan bahan yang dikeringkan, yang berkapasitas  sebanyak 3  kg/jam.  Bahan  yang  dikeringkan adalah  bawang putih segar dari   jenis  kelompok   varietas   lumbu   putih.   Dengan   maksud   hasil    &#13;
 pengeringan   ini   dapat   dijadikan    dalam   bentuk    bubuk    yang    dapat    dimanfaatkan    secara    langsung,&#13;
memperkecil volume penyimpanan, dan lebih bemilai ekonomis tinggi.&#13;
                Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi temperatur, kelembaban relatif, kadar air  dan  laju     pengeringan  bawang  putih dalam APH dan  membandingkan hasilnya dengan cara alamiah (tradisional).  Variabel-variabel yang  diamati   meliputi   keadaan   temperatur,   kelembaban   relatif,   kadar   air   dan   laju  pengeringan, yang dilakukan dengan tahapan sebanyak 2 kali ulangan yaitu selama 6  hari.&#13;
               Berdasarkan   hasil   penelitian   di   dalam   APH   diperoleh   bahwa  distribusi  temperatur  rata-rata  tertinggi    6l,1°C,  kelembaban  relatif terendah  35  %  dan  laju  pengeringan    terbesar 2,29  % bk/Jam,  dengan  temperatur rata-rata tertinggi  heater  64,4°C  yaitu  dalam  waktu  total  pengeringan  selama  11  jam.  Untuk  pengeringan  secara  tradisional  distribusi  temperatur  rata-rata  tertinggi  41,15   °C,  kelembaban  relatif terendah 52 % dan laju pengeringan sebesar 2,09 % bk/Jam, dengan total waktu   pengeringan yang dibutuhkan selama 3 hari atau 20 jam.&#13;
               Hasil akhir studi menunjukan bahwa bawang putih yang dikeringkan dengan  APH  mempunyai  kadar air akhir yang telah memenuhi  standar mutu bawang putih  kering sebelum pengolahan selanjutnya yaitu sebesar 8-10 %, yaitu terdapat pada rak  I dan 11 yaitu sebesar 8 % dan 10,5 % sedangkan kadar air akhir bawang putih secara tradisional belum memenuhi standar mutu pengeringan pada saat interval waktu yang  sama  yaitu  hanya  sebesar  29,2  %,  maka   dilakukan  proses  pengeringan  kembali  sampai  kadar airnya konstan sehingga hasil kadar airnya mencapai sebesar  10,5  %.  Hasil  proses  pengeringan  dengan  menggunakan  APH  menghasilkan  bawang  putih  yang  lebih  harum,  lebih  bersih   serta  kapasitas  alat  pengeringannya  lebih  besar  dibandingkan  dengan secara alami.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130493</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-06 15:27:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-06 15:27:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>