PENGUJIAN MESIN PEMANEN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINENSIS, JACQ) TIPE GERGAJI TERHADAP KAPASITAS PEMANENAN,RNBEBAN KERJA OPERATOR DAN ANALLSLS BIAYA POKOK PADA LAHAN MIRLNG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGUJIAN MESIN PEMANEN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINENSIS, JACQ) TIPE GERGAJI TERHADAP KAPASITAS PEMANENAN,RNBEBAN KERJA OPERATOR DAN ANALLSLS BIAYA POKOK PADA LAHAN MIRLNG


Pengarang

Indah Silvia - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0705106010003

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2013

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kelapa sawit ,merupakan salah satu komoditi perkebunan yang menghasilkan minyak nabati sehingga diandalkan untuk meningkatkan ekspor dan penerimaan devisa negara. Proses pemanenan pada tanaman kelapa sawit meliputi
pekerqjaan memotong tandan buah masak, memungut brondolan, dan menganingkatnya dari pohon ke tempat pengumpulan hasil (TPH) serta ke pabrik. Di Indonesia khususnya Provinsi Aceh, alat yang sering digunakan untuk pemanenan kelapa sawit yaitu dodos dan egrek. Dodos merupakan alat yang digunakan untuk memanen kelapa sawit secara manual, dimana mata pisau berbentuk seperti mata kapak. Cara pemanenan secara manual ini dianggap belum maksimal kaiena membutuhkan waktu yang lama dan lebih banyak membutuhkan tenaga keria. Oleh karena itu maka perlu dilakukan pengujian mesin dengan harapan mesin tersebut dapat melebihi kinerja dari alat manual. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kapasitas pemanenan dan menguji beban keria operator dalam memanen kelapa sawit pada lahan miring, serta menghitung biaya pokok alat pemanen kelapa sawit.
Penelitian ini diawali dengan melakukan penelitian pendahuluan yaitu dengan cara mensurvei lahan untuk mengetahui kondisi lahan kelapa sawit dan sistem pemanenannya serta pemilihan operator bejumlah 3 orang yang
berpengalaman dalam pemanenan kelapa sawit. Kemudian melakukan penguiian mesin pemanen kelapa sawit tipe gergaji dengan menghitung kapasitas pemanenan penggunaan bahan bakar, menghitung tingkat buah yang lepas,
menghitung beban keria fisik operator, dan menghitung analisis biaya pokok penggun alat tersebut.
Hasil pengijian kapasitas pemanenan kelapa sawit yang diperoleh operator A adalah 208,5 kg/jam, operator B adalah 161,4 kg/jam dan operator C adalah 162:o9 kg/jam-. Penggunaan bahan bakar pada saat melakukan pemapenan yang dihasilkan oleh operator A adalah 13,86 liter/jam, operator B adalah 13,62 liter/jam dan operator C adalah 13,68 liter/jam. Tingkat buah sawit yang lepas pada saat melakukan pemanenan mencapai 0.15 %. Tingkat beban keria berdasarkan IRHR yang menggunakan mesin pemanen sawit untuk operator A termasuk dalani kategori berat, operator B kategori sangat berat dan operator C ketegori sangat berat. Tingkat beban kerja berdasarkan parameter fisiologis (denyut jantung) untuk ketiga operator termasuk dalam kategori berat. Tingkat beban kerja berdasarkan parameter konsumsi energi untuk ketiga operator termasuk kedalam kategori sedang. Biaya pokok yang harus dikeluarkan oleh pengguna alat panen tipe gergaji sebesar Rp. 66,-ckg.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK