KAJIAN PENERAPAN PENCAHAYAAN ALAMI PADA BANGUNAN MASJID (STUDI KASUS : MASJID BAITURRAHMAH DI BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN PENERAPAN PENCAHAYAAN ALAMI PADA BANGUNAN MASJID (STUDI KASUS : MASJID BAITURRAHMAH DI BANDA ACEH)


Pengarang

Muhammad Alfarizi - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ardian Ariatsyah - 196909151999031001 - Dosen Pembimbing I
Laina Hilma Sari - 198007122006042003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1904104010034

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Arsitektur., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pencahayaan adalah faktor penting dalam desain bangunan. Pencahayaan alami dapat memberikan keuntungan pada kesehatan dan produktivitas penghuni bangunan. Namun, jika cahaya alami yang masuk kedalam ruangan terlalu melimpah maka dapat menimbulkan ketidaknyamanan dalam beraktivitas bagi pengguna ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengoptimalan bukaan dalam mendukung pencahayaan alami. Peneliti ingin mengetahui apakah ruangan tersebut sudah sesuai rekomendasi SNI. Pendekatan metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif yang digunakan dengan melakukan pengukuran nilai iluminasi pencahayaan alami serta luas bukaan pada masjid Baiturrahmah. Data penelitian terdiri dari data primer yang didapatkan dengan cara survei lapangan dan data sekunder yang didapatkan dari kajian pustaka. Variabel penelitian terdiri dari tiga macam variabel yaitu variabel bebas, variabel terikat dan variabel kontrol. Hasil penelitian didapatkan bahwa persentase bukaan terhadap dinding pada sisi samping kanan dan kiri masjid persentase bukaan sebesar 63%. Namun pada sisi belakang, persentase bukaan terhadap dinding sudah melebihi SNI yaitu sebesar 86%. SNI DPU 1989 merekomendasikan persentase bukaan terhadap permukaan dinding berkisar 40- 80%. Adapun persentase bukaan terhadap permukaan lantai adalah 48% nilai tersebut telah melebihi standar SNI yang berkisar 10-20%. Kinerja pencahayaan alami pada ruang shalat masjid secara dominan dikatakan baik namun berlebih. Hal ini ditinjau dari tingginya nilai iluminasi. Area mihrab adalah satu-satunya zona yang nilai iluminasi berada dibawah standar SNI. Nilai iluminasi tertinggi didalam ruang shalat terjadi pada sore hari pada sisi utara yang mencapai 9.967 lux meskipun nilai iluminasi outdoor sore hari lebih kecil ketimbang siang hari, sedangkan nilai iluminasi terendah terjadi pada pagi hari pada area mihrab dengan nilai iluminasi 45 lux. Tingkat keseragaman cahaya berkisar antara 0,49-0,99 sehingga berada dalam kondisi baik. Adapun tingkat kontras cahaya berkisar pada perbandingan 1:1,06 sampai dengan 1:2,09 sehingga berada dalam kondisi yang baik. Nilai daylight factor mempunyai hasil yang beragam, terdapat area yang mempunyai nilai daylight factor >2%, sedangkan beberapa area yang mempunyai nilai daylight factor 2%-5% bahkan terdapat beberapa area yang mempunyai nilai lebih 5%. Reduksi cahaya alami yang terlalu besar pada beberapa area dapat dilakukan dengan memasang kerawang, gorden ataupun penambahan pohon pada area luar bangunan.

Kata Kunci: Masjid Baiturrahmah, Bukaan, Pencahayaan Alami, Daylight Factor

Lighting is an important factor in building design. Natural lighting can provide benefits to the health and productivity of building occupants. However, if too much natural light enters the room, it can cause discomfort in activities for the room's users. This research aims to determine the optimization of openings to support natural lighting. Researchers want to know whether the room complies with SNI recommendations. The research method approach used is a quantitative research method. The quantitative research method used is by measuring the illumination value of natural lighting and the area of ​​openings in the Baiturrahmah mosque. Research data consists of primary data obtained by means of field surveys and secondary data obtained from literature review. The research variables consist of three types of variables, namely independent variables, dependent variables and control variables. The research results showed that the percentage of openings in the walls on the right and left sides of the mosque was 63%. However, on the back side, the percentage of openings to the wall exceeds SNI, namely 86%. SNI DPU 1989 recommends that the percentage of openings to the wall surface range from 40-80%. The percentage of openings to the floor surface is 48%, this value exceeds the SNI standard which is around 10-20%. The performance of natural lighting in mosque prayer rooms is predominantly said to be good but excessive. This is seen from the high illumination value. The mihrab area is the only zone where the illumination value is below SNI standards. The highest illumination value in the prayer room occurs in the afternoon on the north side, reaching 9,967 lux, although the outdoor illumination value in the afternoon is smaller than during the day, while the lowest illumination value occurs in the morning in the mihrab area with an illumination value of 45 lux. The level of light uniformity ranges from 0.49-0.99 so it is in good condition. The light contrast level ranges from a ratio of 1:1.06 to 1:2.09 so it is in good condition. The daylight factor value has varying results, there are areas that have a daylight factor value of >2%, while some areas have a daylight factor value of 2%-5%, there are even some areas that have a value of more than 5%. Reducing too much natural light in some areas can be done by installing openwork, curtains or adding trees to the outside area of ​​the building. Keywords: Baiturrahmah Mosque, Openings, Natural Lighting, Daylight Factor

Citation



    SERVICES DESK