<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130457">
 <titleInfo>
  <title>VIABILITAS DAN VIGAOR BENIH AREN (ARENGA PINNATA) AKIBAT PEMATAHAN DORMANSI MELALUI SKARIFIKASI SECARA FISIK DAN KIMIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ayu Rahayu</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>AYU  RAHAYU.  080510105000S.  Viabilitas  dan  vigor  benin  Aren (Arenga pinnata)  Akibat Pematahan  Dormansi Melalui  Skarifikasi Secara  Fisik dan  Kimia.  (Di  bawah  bimbingan  Sabaruddin  sebagai  pembimbing utama dan Hasanuddin sebagai pembinbing anggota).&#13;
               Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara skarifikasi fisik  dan skarifikasi kimia terhadap  pematahan domansi, viabilitas, dan vigor benih arm.  Penelitian  ini  dilaksanakan  pada  bulan  Mei  hingga  September  2012   di  Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Univusitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh. &#13;
               Rancangan    percobaan   yang   digunakan   dalam   penelitian   ini   adalah  Rancangan Acak Lengkap GAL)  Pola Faktorial 3 x 4  dengan tiga ulangan yang terdiri dari  dua faktor.  Faktor pertama adalah skarifikasi  fisik yang terdiri  dari&#13;
tanpa skarifikasi, skarifikasi seluruh kulit benih, dikikir melingkar pada sekeliling benih  dan  faktor  kedua  adalah  skarifikasi  kimia yang  terdiri  dari  konsentrasi  H2S0410%, 20%, 30% dan 40%. Peubah yang diamati antara lain viabilitas benih &#13;
(potensi  tumbuh,  daya berkecambah dan nilal  penundaan perkecambahan) dan   vigor benih atecepatan tumbuh, indeks  vigor dan waktu yang dibutuhkan untuk  mencapai 50% dari total perkecambahan).&#13;
               Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  faktor  skarifikasi   secara  fisik  berpengaruh  sangat  nyata  terhadap  peubah  viabilitas  yang  ditunjukkan  oleh  potensi tumbuh (PT) dan nilai penundaan perkecanbahan (NPP) dengan masing-&#13;
masing nilai  70,00%  dan 41,66%  ,  berpengaruh  sangat  nyata terhadap  peubah vigor benih yang ditunjukkan oleh indeks vigor (IV) dan waktu yang dibutuhkan  untuk mencapai 50% dari total perkecambahan (T5o) dengan masing-masing nilal&#13;
15,84% dan 64,80 hari,  serta tidak berpengaruh nyata terhadap peubch viabilitas   dan vigor benih yang ditunjukkan oleh  daya berkecambah (DB) dan kecepatan  tumbuh  (Kct).  Sedangkan  faktor  skarifikasi  secara  kimia  berpengaruh  sangat nyata terhadap peubah viabilitas dan vigor benih pada konsentrasi  20% H2S04  ditunjukkan oleh potensi tumbuh (73,33%)  ,  daya berkecambah (64,44%), nilal  penundaan perkecambahan  (26,76%),  kecepatan tumbuh  (0,64%/chal),  indeks  vigor   (18,89%)  dan  waktu  yang  dibutuhkan  untuk  mencapai  50%  dari  total  perkecambahan (64,40 hari).&#13;
               Terdapat  interaksi  sangat  nyata  antara  perlakuan  skarifikasi  amplas  seluruh kulit benih dan konsentrasi 20% H2S04 terhadap peubah viabilitas yang di  tunjukkan oleh daya berkecambah (46,67%) dan nilal penundaan perkecambahan  (16,67%)  dan  vigor  benih  yang  ditunjukkan   oleh   indeks  vigor   (26,67%),  berpenganruh  nyata)  terhadap  peubah  viabilitas  yang  ditunjukkan  oleh  potensi  tumbuh (83,33%).&#13;
               Hasil   penelitian   dapat  disimpulkan   bahwa   skarifikasi   secara   fisik berpengaruh terhadap viabilitas den vigor  benih aren. Taraf skarifikasi secara fisik  terbaik dijumpal pada amplas seluruh kulit benih. Sedangkan perlakuan skarifikasi kimia  berpengaruh  terhadap  viabilitas  dan  vigor  benih  aren.  Taraf skarifikasi  kimia terbaik dijumpai pada perlakuan konsentrasi 20% H2S04. Terdapat interaksi  antara periakuan skarifikasi  secara fisik dan kimia terhadap viabilitas dan vigor benih aren. Interaksi antara perlakuan skarifikasi fisik (amplas seluruh kulit benih)  dan konsentrasi 20% H2S04 dengan    lama   perendaman   selama   20   menit  merupakan kombinasi perlakuan terbaik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130457</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-06 12:37:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-06 12:37:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>