DETERMINAN PERUBAHAN ANGGARAN BELANJA MODAL PEMERINTAH PROVINSI DI INDONESIA TAHUN ANGGARAN 2019-2022 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

DETERMINAN PERUBAHAN ANGGARAN BELANJA MODAL PEMERINTAH PROVINSI DI INDONESIA TAHUN ANGGARAN 2019-2022


Pengarang

Putri balkis - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Islahuddin - 196107141987031001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2001103010129

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi (S1) / PDDIKTI : 62201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Akuntansi (S1)., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ukuran legislatif, dana perimbangan, otonomi keuangan dan perubahan belanja operasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 34 provinsi di Indonesia periode 2019-2022. Penelitian ini menggunakan metode sensus jenuh yaitu semua populasi menjadi sampel. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui pengumpulan dan pencatatan dari laporan realisasi anggaran (LRA) dan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), yang diperoleh melalui situs web resmi masing-masing laporan keuangan pemerintah dan sumber-sumber lain yang relevan. data diolah menggunakan metode analisis regresi linear berganda dengan bantuan program IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran legislatif dan perubahan belanja operasi berpengaruh negatif terhadap perubahan anggaran belanja modal, sedangkan dana perimbangan dan otonomi keuangan berpengaruh positif terhadap perubahan anggaran belanja modal.

This study aims to examine the effect of legislative size, balancing funds, financial autonomy and changes in operating expenditure. This research is descriptive quantitative research. The population in this study were 34 provinces in Indonesia for the 2019-2022 period. This study uses the saturated census method, namely all populations are sampled. The type of data used is secondary data obtained through the collection and recording of budget realization reports (LRA) and regional revenue and expenditure budgets (APBD), which are obtained through the official website of each government financial report and other relevant sources. the data is processed using multiple linear regression analysis methods with the help of the IBM SPSS Statistics version 25 program. The results showed that legislative size and changes in operating expenditure had a negative effect on changes in capital expenditure budgets, while balancing funds and financial autonomy had a positive effect on changes in capital expenditure budgets.

Citation



    SERVICES DESK