<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13042">
 <titleInfo>
  <title>POLA GANGGUAN PENDENGARAN PADA OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK DI POLIKLINIK THT RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nuzul Afrizal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK) merupakan suatu masalah kesehatan masyarakat pada beberapa populasi didunia yang menyebabkan gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran yang terjadi dapat bervariasi dan beratnya ketulian dipengaruhi oleh OMSK dan lamanya sakit. Penelitian dilakukan dengan metode cross sectional study di Poliklinik THT-KL RSUD dr.Zainoel Abidin Banda Aceh, secara non probability sampling dengan teknik accidental sampling, mulai bulan Februari sampai April 2012. Dilakukan pemeriksaan THT dan audiometri nada murni terhadap penderita OMSK untuk menentukan jenis dan derajat ketuliannya. Dari 45 sampel, penderita yang lama menderita OMSK &lt; 1 tahun sebanyak 26 penderita (57,8%), dan &gt; 1 tahun sebanyak 19 penderita (42,2%). Jenis gangguan pendengaran konduktif sebanyak 30 penderita (66,7%), campuran sebanyak 10 penderita (22,2%) dan sensorineural sebanyak 5 penderita (11,1%). Penderita OMSK yang mengalami gangguan pendengaran derajat terbanyak adalah derajat sedang sebanyak 16 penderita (35,56%) kemudian derajat ringan sebanyak 12 penderita (26,66%), derajat sedang berat sebanyak 9 penderita (20%), berat sebanyak 6 penderita (13,34%), dan sangat berat sebanyak 2 penderita (4,44%). Dapat disimpulkan bahwa paling banyak bahwa lebih banyak penderita yang berusia 21-30 tahun (33,3%) dan berjenis kelamin laki-laki (51,2%) sedangkan yang lama menderita OMSK &lt; 1 tahun (57,8%), didapatkan jenis gangguan pendengaran konduktif (66,7%) dan gangguan dengar derajat sedang (35,6%).&#13;
&#13;
Kata kunci: otitis media supuratif kronis, gangguan pendengaran</note>
 <subject authority="">
  <topic>EARS - HUMAN DISEASES - INCIDENCE</topic>
 </subject>
 <classification>614.599 5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>13042</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-03-25 15:00:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-09-11 15:51:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>