<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130385">
 <titleInfo>
  <title>OPTIMASI SUHU DAN LAMA PENGERINGAN UNTUK MEMPERHATIKAN RASA ASAM PADA PEMBUATAN BUBUK ASAM SUNTI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Faidha Rahmi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Belimbing  wuluh  (Averrhoa bilimbi)  atau  sering  disebut  belimbing  asam  merupakan  salah  satu  tanaman  yang  tumbuh  subur  di  Indonesia  khususnya  di  Provinsi Aceh. Belimbing wuluh banyak ditanam masyarakat karena biasa dipakai  sebagai bumbu  untuk beberapa masakan,  rasa khasnya tak dapat diganti  dengan  buah lain. Belimbing wuluh biasanya berfungsi sebagai penyedap dalam berbagai  macam makanan seperti sayur asam dan pepes ikan. &#13;
               Salah  satu  produk  olahan  belimbing  wuluh  khas  Aceh  adalah  asam  sunti  atau   biasa  disebut  dengan   sunti.  Asam   sunti   digunakan   sebagai   bumbu  oleh  masyarakat  Aceh.   Pembuatan  asam  sunti  biasanya  melalui  proses   penjemuran  yang  dilanjutkan  dengan  penggaraman  dan  penjemuran   kembali  beberapa  kali  sehingga diperoleh   produk  semi  basah,  berwama coklat. dan agak kenyal.  Untuk  memudahkan  penggunaan  asam  sunti,  maka  perlu   dilakukan  pembuatan  bubuk  asam sunti (Noviyanti, 2004). &#13;
               Dari   hasil   penelitian   Noviyanti (2004) di peroleh   informasi   bahwa,  kandungan asam organik pada asam sunti  menurun setelah pengeringan, terutama  kandungan asam  malat dan asam askorbat.  Hal  ini menyebabkan penurunan rasa  asam pada produk sampai ± 0,01%. Penurunan rasa asam ini menyebabkan bubuk asam  sunti  pun  dapat  kehilangan  ciri  khasnya.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengkaji  pengaturan suhu dan  lama pengeringan dalam mempertahankan citarasa  asam pada bubuk asam sunti.&#13;
               Penelitian  ini  dilakukan  dengan  menggunakan Rancangan  Acak Lengkap  (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri atas 2 faktor yaitu faktor pertama adalah  suhu pengeringan asam sunti dengan menggunakan oven yang terdiri dari 3 taraf  yaitu suhu 40°C dan 50°C, serta penjemuran dengan sinar matahari (40°C -55°C).  Faktor kedua adalah lama pengeringan yang terdiri dari 3 taraf yaitu 6 jam, 7 jam,  dan  8  jam.  Setiap  perlakuan  dilakukan  dengan  3  kali   pengulangan  sehingga  diperoleh 27 satuan percobaan.&#13;
               Hasil   penelitian   menunjuklcan   bahwa   suhu   pengeringan   berpengaruh  sangat nyata (p &lt; 0.0 I ) terhadap kadar air, semakin tinggi suhu pengeringan maka  kadar  air  bubuk  asam  sunti  yang  dihasilkan  menurun.  Suhu  pengeringan  juga  berpengaruh  nyata  (p0.05). Interaksi suhu dan waktu berpengaruh nyata (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130385</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-06 10:48:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-06 10:48:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>