EVALUASI TINGKAT KEKRITISAN SUB DAS KRUENG JREU. | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EVALUASI TINGKAT KEKRITISAN SUB DAS KRUENG JREU.


Pengarang

Yusrizal - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0305106010073

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2010

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pengelolaan DAS adalah upaya dalam mengelola hubungan timbal balik antar sumberdaya alam terutama vegetasi, tanah dan air dengan sumberdaya manusia di DAS clan segala aktivitasnya untuk mendapatkan manfaat ekonomi dan jasa lingkungan bagi kepentingan pembangunan dan kelestarian ekosistem DAS. Pengelolaan DAS pada prinsipnya adalah pengaturan tata guna lahan atau optimali sasi penggunaan lahan untuk berbagai kepentingan secara rasional serta praktek lainnya yang ramah lingkungan sehingga dapat dinilai dengan indikator kunci (ultimate indicator) kuantitas, kualitas dan kontinuitas aliran sungai pada titik pengeluaran (outlet) DAS. Jadi salah satu karakteristik suatu DAS adalah adanya keterkaitan biofisik antara daerah hulu dengan daerah hilir melalui daur hidrologi. Tingkat kekritisan suatu DAS ditunjukkan oleh menurunnya penutupan vegetasi permanen dan meluasnya lahan kritis sehingga menurunkan kemampuan DAS dalam menyimpan air yang berdampak pada meningkatnya frekuensi banjir, erosi dan penyebaran tanah longsor pada musim penghujan dan kekeringan pada musim kemarau. Sehubungan dengan hal tersebut, maka dipandang perlu untuk mengevaluasi tingkat kekritisan DAS sebagai arahan bagi para pelaksana pengelola DAS di daerah. Dengan demikian kondisi DAS (biofisik, hidrologis, sosial, ekonomi, kelembagaan) dapat dideteksi sedini mungkin sehingga upaya- upaya pengelolaannya dapat dilakukan secara tepat baik waktu, ruang, maupun pelaksanaan kegiatannya oleh para pihak terkait.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan tingkat kekritisan yang terjadi di Sub DAS Krueng Jrue. Adapun Ruang Lingkup Penelitian ini mencakup :
Evaluasi Tata Air/Hidrologi : Koefisien Regim Sungai (KRS ), Koefisien
Limpasan (C), dan Koefisien Variansi (CV).
Evaluasi Penggunaan Lahan : Indeks Penutupan Lahan oleh Vegetasi (IPL), Kesesuaian Penggunaan Lahan (KPL), Indeks Erosi (IE), dan Tingkat KekritisanLahan (TKL).
• Evaloasi Sosial: Kepedulian Individu (KI), Partisipasi Masyarakat (PM),
Tekanan Penduduk (fP).
Tabapan penelitian ini dimulai dari pengumpulan data dan peta,
pemasukan data-data kedalam sistem SIG. Tahap selanjutnya adalah pengolahao data-data dan penyajian basil. Pengolahan data dengan menggunakan SIG meliputi analisis indeks penutupao lahan (IPL), kesesuai an penggunaan lahan (KPL), indeks erosiIE), dan tingkat kekritisan lahan (TklL). Selain itu juga dilakukan perhitungan untuk mendapatkan nilai koefisien regim sungai(KRS), koefisien limpasan (C), koefisien variansi (CV), kepedulian individu (KI), partisipasi masyarakat (PM), dan tekanan penduduk terhadap lahan (TP).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai yang didapat sangat beragam . Pada evaluasi penggunaan lahan, perinciannya adalah klasifikasi nilai indeks penutupan lahan termasuk kedalam kelas (sedang). kesesuai an penggunaan
lahan (sedang), indeks erosi (jelek) dan tingkat kekritisan lahan (sedang). Pada evaluasi tata air didapat nilai koefisien regim sungai (baik), koefisien limpasan
(baik), dan koefisien variansi (jelek). Sedangkan pada evaluasi sosial nilai kepedulian individu (jelek), partisipasi masyarakat (jelek), dan tekanan penduduk
Dari hasil evaluasi secara keseluruhan (tata air, penggunaan lahan, dan sosial), di dapat nilai sebesar 2, 9 dan berdasarkan peratman dirjen RLPS tentang pedoman monitoring dan evaluasi DAS maka nilai tersebut termasuk kedalam kelas sedang. Hal ini menandakan Sub DAS Krueng Jreu memerlukan penangan sesegera mungkin, supaya kondisi tersebut tidak berubah menjadi kritis. Secara garis besar, upaya-upaya yang dapat dilakukan antara lain: (a).Penata gunaan lahan (landuse planning) untuk memenuhi berbagai kebutuhan barang dan jasa serta kelestarian lingkungan; (b).Penerapan konservasi sumberdaya air untuk menekan daya rusak air clan untuk memproduksi air (water yield) melalui optimalisasi penggunaan lahan; (c).Pengelolaan lahan clan vegetasi di dalam dan luar kawasan hutan (pemanfaatan, rehabilitasi, restorasi, reldamasi dan konservasi); (d).Pembangunan dan pengelolaan sumberdaya buatan terutama yang terkait dengan konservasi tanah dan air; (e).Pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kelembagaan pengelolaan DAS.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK