KAJIAN PENERAPAN ASPEK TEKNIS PEMELIHARAAN KERBAU LOKAL DI KECAMATAN KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN PENERAPAN ASPEK TEKNIS PEMELIHARAAN KERBAU LOKAL DI KECAMATAN KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA


Pengarang

HIKMAH ABRAR - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Eka Meutia Sari - 196712241992122001 - Dosen Pembimbing I
Zikri Maulina Gaznur - 198902052019032018 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2005104010095

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Peternakan (S1) / PDDIKTI : 54231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Peternakan (S1)., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Peternakan kerbau merupakan komponen penting dalam pengembangan sektor
peternakan untuk menunjang usaha pertanian masyarakat pedesaan. kerbau ada dua jenis,
yaitu kerbau lumpur atau kerbau rawa (swamp buffalo) sebanyak 95% dan kerbau sungai
(river buffalo) sebanyak 5%. Secara morfologi kerbau lumpur dan kerbau sungai sangat
berbeda Rusdin et al., (2018), kerbau lumpur dimanfaatkan sebagai hewan ternak untuk
produksi daging sedangkan kerbau sungai digunakan untuk produksi daging dan susu. Aspek
pemeliharaan dalam usaha peternakan adalah mencakup seluruh item yang berkaitan dengen
pemeliharaan ternak, penyediaan pakan, penyediaan air minum, pemeliharaan kesehatan,
pemeriksaan kebuntingan, sistem perkandangan, pengendalian penyakit, pengontrolan
ternak, dan pencatatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sej auh mana penerapan aspek teknis
pemeliharaan kerbau lokal di Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini
dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2024 di Kecamatan Kuala Kabupaten
Nagan Raya. Lokasi penelitian ini meliputi 4 desa yaitu desa Blang Teungeh, Ujong Patihah,
Blang Bintang, dan Cot Kumbang. Penelitian ini menggunakan metode survei. Jumlah
responden sebanyak 60 peternak kerbau yang diwawancara menggunakan kuesioner, data
yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer Data primer
diperoleh secara langsung dari peternak terpilih, sedangkan data sekunder diperoleh dari
instansi yang terkait dengan penelitian seperti lembaga tingkat desa hingga kecamatan,
Dinas Pertanian dan Peternakan, serta sumber-sumber pustaka atau referensi yang digunakan
dan hasil penelitian yang relevan.
Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu kajian penerapan aspek teknis
pemeliharaan kerbau lokal di Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya meliputi, aspek
pemuliaan dan reproduksi, pakan, tata laksana pemeliharaan, kesehatan, kandang dan
perlengkapan. Teknik pengambilan sampel secara purposive dari peternak yang telah
memenuhi syarat dan penentuan jumlah sampel ditetapkan dengan rumus Slovin. Data yang
didapat diolah dengan menghitung persentase skor kemudian dibandingkan dengan kategori
yang ditetapkan Direktorat Jendral Peternakan (1992).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aspek teknis pemeliharaan ternak
kerbau lokal yang diperoleh di Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya adalah 53,66%
dengan rata-rata nilai 536,6 dari 1000, diantaranya penerapan aspek teknis pemuliaan dan
reproduksi 55.90% dengan rata-rata nilai 195.7 dari 350, aspek pakan 25.25% dengan nilai
rata-rata 75.86 dari 300, aspek tatalaksana pemeliharaan 70.64% dengan nilai rata-rata 70.64
dari 175, aspek kesehatan 74.17% dengan rata-rata nilai yaitu 74.2 dari 100, serta aspek
kandang dan perlengkapan 89.84% dengan nilai rata-rata 67.4 dari 75 dari standar yang telah
ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Peternakan (1992). Hal ini dapat disimpulkan bahwa
penerapan aspek teknis pemeliharaan kerbau lokal di Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan
Raya belum sesuai dengan pedoman Direktorat Jendral Peternakan Tahun 1992.

Buffalo farming is an important component in the development of the livestock sector to support rural agricultural businesses. There are two types of buffalo, namely mud buffalo or swamp buffalo as much as 95% and river buffalo as much as 5%. Morphologically, mud buffalo and river buffalo are very different Rusdin et al., (2018), mud buffalo are used as livestock for meat production while river buffalo are used for meat and milk production. The maintenance aspect in livestock businesses includes all matters relating to livestock maintenance, provision of feed, provision of drinking air, health maintenance, pregnancy checks, maintenance systems, disease control, livestock control, and recording. This study aims to examine the extent to which the technical aspects of local buffalo maintenance are implemented in Kuala District, Nagan Raya Regency. This study was conducted from January to February 2024 in Kuala District, Nagan Raya Regency. The location of this study includes 4 villages, namely Blang Teungeh, Ujong Patihah, Blang Bintang, and Cot Kumbang villages. This study uses a survey method. The number of respondents was 60 buffalo farmers who were interviewed using a questionnaire, the data collected consisted of primary data and secondary data. Primary data Primary data was obtained directly from selected farmers, while secondary data was obtained from agencies related to the research such as village to sub-district level institutions, the Agriculture and Livestock Service, as well as library sources or references used and relevant research results. The parameters observed in this study were the study of the application of technical aspects of local buffalo maintenance in Kuala District, Nagan Raya Regency, including aspects of breeding and reproduction, feed, maintenance procedures, health, cages and equipment. The sampling technique was purposive from farmers who had met the requirements and the determination of the number of samples was determined by the Slovin formula. The data obtained were processed by calculating the percentage score and then compared with the categories determined by the Directorate General of Animal Husbandry (1992). The results of the study showed that the application of technical aspects of local buffalo livestock maintenance obtained in Kuala District, Nagan Raya Regency was 53.66% with an average value of 536.6 out of 1000, including the application of technical aspects of breeding and reproduction 55.90% with an average value of 195.7 out of 350, feed aspects 25.25% with an average value of 75.86 out of 300, maintenance management aspects 70.64% with an average value of 70.64 out of 175, health aspects 74.17% with an average value of 74.2 out of 100, and aspects of cages and equipment 89.84% with an average value of 67.4 out of 75 from the standards set by the Directorate General of Animal Husbandry (1992). It can be concluded that the implementation of technical aspects of local buffalo maintenance in Kuala District, Nagan Raya Regency is not in accordance with the 1992 Directorate General of Animal Husbandry guidelines.

Citation



    SERVICES DESK