<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130255">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS STABILITAS LERENG PADA LAHAN PERTANIAN DI DESA KENEU EU KECAMATAN PEUKAN BADA KAB. ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nasbar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lereng adalah kenampakan permukaan alam di suatu beda tinggi, apabila  beda tinggi dua tempat tersebut dibandingkan dengan jarak lurus mendatar, akan  diperoleh   besarnya  kelerengan.   Bentuk   lereng  tergantung  pada  proses  erosi  gerakan  tanah  dan  pelapukan.  Stabilitas  lereng  sangat  erat  kaitannya  dengan  longsor  atau  gerakan  tanah  yang  merupakan  proses  perpindahan  massa  tanah  secara alami dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih  rendah. Pada umumnya suatu lereng dapat dikatakan stabil apabila faktor keamanannya lebih besar dari pada satu.  Kestabilan lereng tergantung dari kekuatan geser tanahnya. Konservasi  tanah dan air dengan metode mekanik yaitu:  &#13;
 pembuatan terasering, yang berfungsi  mengurangi panjang lereng dan menahan air sehinggga mengurangi kecepatan dan  jumlah aliran permukaan (run off) serta memungkinkan penyerapan air oleh tanah  dan selanjutnya mengurangi erosi. Penelitian ini dilaksanakan Di Desa Keuneu Eu  Kec. Peukan Bada Kab. Aceh Besar.&#13;
               Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng dan membuat  desain teras yang sesuai dengan  karakteristik  lahan,  sehingga diharapkan dapat  menghasilkan  tindakan  konservasi  tanah  dan  air  yang  aman   terhadap  longsor.  Tahapan-tahapan  yang  dilakasanakan  dalam  menyelesalkan  masalah  ini  adalah  analisis    sifat    fisika    dan    mekanika   tanah,    penggunaan    software    analisis Slope Design, perencanaan teras bangku metode Humi, analisis stabilitas lereng,  dan simulasi dan analisa data. Perencanaan teras bangku metode Humi didasarkan  kepada  prediksi erosi dengan persamaan USLE. Teras bangku Humi terdiri dari  tiga tipe utama yaitu:  (a)  saluran tanpa teras (Cl),   (b) teras dengan tampingan rumput (C2), dan (c) teras dengan tampingan batu (C3).&#13;
               Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa  pemenksaan  sifat mekanika tanah  rata-rata adalah berat isi tanch (y') = 14263,7 kgf/cm3, kohesi efektif (c') = 74,731  kgf/cm2, dan sudut geser dalam efektif (¢') = 6,477° . Nilai Fs tidak stabil Fs &lt; I,0 pada setiap kemiringan lereng 15 %, 20 %, 25 % dan 30 % yang membuat lereng  rawan  terhadap  longsor  rotasi baik  pada   tipe  Teras  Cl,  C2  ataupun  C3. Hasil  simulasi dan analisa data menggunakan Software Slope Design terhadap beberapa tipe kemiringan lereng di Desa Keuneu Eu kec. Peukan Bada, pada S = 4 -18 %  dihasilkan sketsa desaln tipe teras Cl, S = 19 24  % tipe teras C2 dan   S = 25 -  68 % tipe teras C3.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130255</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-05 15:21:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-05 15:21:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>