<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130117">
 <titleInfo>
  <title>APLIKASI METODE RESISTIVITAS 2D UNTUK IDENTIFIKASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN  DI SITUS BENTENG GUNUNG BIRAM, ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zuhrainiati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Geofisika</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Telah dilakukan penelitian di Situs Benteng Gunung Biram, Gampong Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan terhitung sejak Februari 2024 hingga Agustus 2024 menggunakan metode geolistrik resistivitas dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan distribusi nilai resistivitas bawah permukaan di lokasi penelitian sebagai acuan dalam mengidentifikasi keberadaan benda arkeologi yang terkubur. Akuisisi data dilakukan menggunakan Resistivitymeter MAE X612EM dengan 48 elektroda pada setiap lintasan, spasi elektroda 0,5 meter, dan total 4 lintasan berbentuk persegi yang saling berpotongan. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Res2Dinv untuk menghasilkan model penampang 2D resistivitas. Hasil pengolahan data menunjukkan variasi nilai resistivitas antara 2 – 2000 Ωm. Nilai resistivitas antara 2–20 Ωm diinterpretasikan sebagai tanah lempung basah, sementara nilai reistivitas 50–100 Ωm untuk tanah lempung, 200–500 Ωm untuk lempung berpasir dan batu sungai, serta 700–2000 Ωm sebagai batuan beku vulkanik. Beberapa temuan penting dari penelitian ini mengindikasikan bahwa lokasi penelitian merupakan situs arkeologi, antara lain ditemukannya umpak batu yang secara konsisten berada di titik tengah setiap lintasan. Umpak batu ini adalah ciri khas bangunan benteng pada masa lalu. Selain itu, pondasi bagian dalam benteng yang tersisa setengah pada lokasi penelitian juga terlihat jelas pada model penampang 2D resistivitas, yang memberikan kemungkinan untuk rekonstruksi bangunan benteng tersebut di masa depan. Temuan arkeologi dari penelitian ini diharapkan dapat mengungkap situs bersejarah yang belum dikenal sebelumnya, sehingga dapat memberikan kontribusi penting dalam konservasi dan pelestarian situs-situs arkeologi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: Geolistrik resistivitas, Wenner-Schlumberger, situs arkeologi, Benteng Gunung Biram.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130117</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-05 10:13:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-05 15:23:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>