<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130109">
 <titleInfo>
  <title>ADOPSI  INOVASI PENGGUNAAN BIOSAKA ELISATOR DALAM BUDIDAYA TANAMAN PADI DI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurhijjah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Agribisnis (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pentingnya inovasi di bidang pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, khususnya dalam penggunaan teknologi ramah lingkungan seperti Biosaka pada tanaman padi. Meskipun Biosaka menawarkan berbagai manfaat, namun adopsi inovasi ini masih menghadapi tantangan, terutama terkait dengan karakteristik petani, sifat inovasi, dan efektivitas penyuluhan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh karakteristik petani, sifat inovasi, dan penyuluhan terhadap adopsi inovasi penggunaan Biosaka pada tanaman padi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei yang melibatkan pengambilan sampel pada satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Penelitian dilakukan di tiga cluster di Pidie, Aceh Timur dan Aceh Barat dengan populasi masing-masing cluster sebanyak 50 orang sehingga total responden sebanyak 150 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik petani dan sifat inovasi berpengaruh signifikan terhadap adopsi inovasi pemanfaatan Biosaka. Petani yang mempunyai pengalaman, pendidikan, dan usia tertentu cenderung lebih reseptif terhadap penggunaan Biosaka karena merasakan manfaat dan kegunaan dari inovasi tersebut. Namun penyuluhan Biosaka tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap adopsi inovasi tersebut, hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang dilakukan masih kurang efektif dalam meningkatkan pemahaman dan minat petani. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan kualitas dan intensitas program penyuluhan agar lebih menyasar karakteristik petani dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap manfaat Biosaka.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130109</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-05 09:33:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-05 15:15:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>