TAMAN BUDAYA ACEH (TEMA: SIMBOLISME) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TAMAN BUDAYA ACEH (TEMA: SIMBOLISME)


Pengarang

Sahlan Zuliansyah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0504104010027

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2011

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Taman Budaya Aceh merupakan sarana pelestarian dan promos, kebudayaan Aceh, baik dalam wujudnya sebagai ide/gagasan, aktifitas, maupun artefak. Lokasi bangunan berada pada salah satu kawasan cagar budaya Aceh, yaitu di jalan Teuku Umar, Setui, Banda Aceh. Di sekitar lokasi terdapat situs­ situs budaya dan sejarah, antara lain Gunongan, Taman Putroe Phang, Kerkhoff, Lapangan Blang Padang, Taman Sari dan Museum Tsunami. ini Saat di Aceh telah terdapat bangunan yang berfungsi sebagai taman budaya. Namun fasilitas tersebut masih memiliki beberapa kekurangan, salah satunya adalah ketidakseimbangan pada pemenuhan fungsi promosi kebudayaan. Kegiatan pertunjukan yang merupakan sarana promosi hasil karya budaya di bidang seni tari, musik dan drama lebih menjadi prioritas dari kegiatan pameran yang merupakan sarana promosi hasil karya budaya bidang seni rupa. Selain itu, kegiatan latihan hasil karya budaya yang merupakan "nyawa" dari taman budaya juga tidak begitu menonjol dikarenakan posisi bangunan studio berada pada sisi belakang site, sehingga kurang terekspos. Setiap kegiatan pada taman budaya pada dasarnya merupakan penjabaran dari fungsi utama taman budaya sebagai sarana pelestarian dan promosi kebudayaan. Oleh karena itu, ruang-ruang tempat pelaksanaan kegiatan dapat dikelompokkan berdasarkan fungsi tersebut, yaitu: kelompok ruang pelestarian kebudayaan, kelompok ruang promosi kebudayaan, serta didukung oleh kelompok ruang pengelolaan. Selain itu juga terdapat ruang-ruang penujang seperti wisma dan mushalla. Sebagai sarana pelestarian dan promosi kebudayaan, Taman Budaya Aceh menonjolkan sisi-sisi kebudayaan Aceh. Pada perancangan ini, cara yang dipilih untuk mewujudkan hal tersebut adalah melalui simbolisasi gagasan yang diangkat dari kebudayaan Aceh. Gagasan yang dimaksud adalah "tradisi memuliakan tamu (peumulia jamee) sebagai awal pengenalan kebudayaan Aceh yang lebih kompleks", disimbulkan dengan "ranup lam puan (sirih di dalam puan).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK