<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130107">
 <titleInfo>
  <title>TAMAN BUDAYA ACEH (TEMA:</title>
  <subTitle>SIMBOLISME)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sahlan Zuliansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK  &#13;
Taman Budaya Aceh merupakan sarana pelestarian dan promos,  kebudayaan Aceh, baik dalam wujudnya sebagai ide/gagasan, aktifitas, maupun  artefak. Lokasi bangunan berada pada salah satu kawasan cagar budaya Aceh,  yaitu di jalan Teuku Umar, Setui, Banda Aceh. Di sekitar lokasi terdapat situs­ situs budaya dan sejarah, antara lain Gunongan, Taman Putroe Phang, Kerkhoff,  Lapangan Blang Padang, Taman Sari dan Museum Tsunami.  ini  Saat  di Aceh telah terdapat bangunan yang berfungsi sebagai taman  budaya. Namun fasilitas tersebut masih memiliki beberapa kekurangan, salah satunya adalah ketidakseimbangan pada pemenuhan fungsi promosi kebudayaan. Kegiatan pertunjukan yang merupakan sarana promosi hasil karya budaya di  bidang seni tari, musik dan drama lebih menjadi prioritas dari kegiatan pameran  yang merupakan sarana promosi hasil karya budaya bidang seni rupa. Selain itu, kegiatan latihan hasil karya budaya yang merupakan &quot;nyawa&quot; dari taman budaya juga tidak begitu menonjol dikarenakan posisi bangunan studio berada pada sisi belakang site, sehingga kurang terekspos. Setiap kegiatan pada taman budaya pada dasarnya merupakan penjabaran dari fungsi utama taman budaya sebagai sarana pelestarian dan promosi kebudayaan. Oleh karena itu, ruang-ruang tempat pelaksanaan kegiatan dapat dikelompokkan berdasarkan fungsi tersebut, yaitu: kelompok ruang pelestarian kebudayaan, kelompok ruang promosi kebudayaan, serta didukung oleh kelompok ruang pengelolaan. Selain itu juga terdapat ruang-ruang penujang seperti wisma  dan mushalla.  Sebagai sarana pelestarian dan promosi kebudayaan, Taman Budaya Aceh menonjolkan sisi-sisi kebudayaan Aceh. Pada perancangan ini, cara yang dipilih untuk mewujudkan hal tersebut adalah melalui simbolisasi gagasan yang diangkat  dari kebudayaan Aceh. Gagasan yang dimaksud adalah &quot;tradisi memuliakan tamu  (peumulia jamee) sebagai awal pengenalan kebudayaan Aceh yang lebih kompleks&quot;, disimbulkan dengan &quot;ranup lam puan (sirih di dalam puan). &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130107</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-05 09:30:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-05 09:30:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>