ANALISIS LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) UNTUK MENENTUKAN DAMPAK LINGKUNGAN RNPADA BUDIDAYA MAGGOT (STUDI KASUS PADA USAHA BUDIDAYA MAGGOT DI USAHA META MAGGOT RNBSF FARM DESA LAMDINGIN KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) UNTUK MENENTUKAN DAMPAK LINGKUNGAN RNPADA BUDIDAYA MAGGOT (STUDI KASUS PADA USAHA BUDIDAYA MAGGOT DI USAHA META MAGGOT RNBSF FARM DESA LAMDINGIN KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

Masyitah - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Anwar Deli - 196509241995031001 - Dosen Pembimbing I
Otto Nur Abdullah - 195910141990031002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2005102010025

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Maggot adalah organisme yang berasal dari telur lalat black soldier fly dan merupakan salah satu organisme pembusuk. Lalat ini berperan sebagai salah satu pilihan penyediaan pakan dengan sumber protein yang tinggi, mudah dikembang biakkan, dan mudahditemukan. Kandungan protein dan lemaknya yang tinggi memungkinkan larva BSF untuk digunakan sebagai bahan baku bioindustri, karena protein yang dihasilkan lebih ekonomis, lebih ramah lingkungan, danmemiliki nilai konversi pakan yang tinggi. Budidaya maggot larva BSF merupakan salah satu alternatif budidaya ternak yang sedang berkembang, yang dapat digunakan sebagai pakan dan dekompuser untuk pengelolaan limbah organik. Budidaya maggot memiliki dampak positif dan negatif yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis dampak lingkungan adalah Life cycle assessment (LCA), yaitu metode yang menyederhanakan cara untuk melakukan penilaian potensi dampak lingkungan berkaitan dengan kegiatan produksi atau layanan jasa. Kegiatan budidaya maggot merupakan kegiatan yang menguntungkan, namun dipengaruhi oleh cara dan sumber daya yang digunakan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis dampak dan pendapatan pada suatu usaha budidaya maggot.
Penelitian ini dilakukan pada usaha Meta Maggot BSF Farm di Desa Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh pada bulan Januari 2024. Metode penelitian yang digunakaniiadalah metode pendekatan studi kasus. Data yangiidigunakan pada penelitian ini adalah data primeriidan data sekunder. Data primer diperoleh dari observasi langsung dan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi pustaka. Variabel bebas pada penelitian ini adalah total biaya dan sumber daya yang digunakan dalam kegiatan budidaya maggot. Sedangkan variabel terikat yang digunakan adalah dampak lingkungan yang dihasilkan dari kegiatan budidaya maggot. Metode analisis data menggunakan 3 cara, yaitu analisis Life cycle assessment (LCA) menggunakan aplikasi Simapro, matriks, dan analisis pendapatan usaha.
Proses produksi budidaya maggot terbagi menjadi 3, yaitu proses pembibitan, proses pembiakan, dan proses pemanenan. Hasil penelitian terkait analisis menggunakan LCA adalah terdapat 3 dampak terbesar yang dihasilkan oleh kegiatan budidaya maggot, yaitu human toxicity,iiglobal warming, dan acidification. Pengelolaan dampak human toxicity adalah penggunaan masker bagi petani yang mengolah kasgot menjadi pupuk. Pengelolaan dampak global warming dan acidification adalah penggunaan sumber energi listrik dari tenaga surya.
Berdasarkan hasil penelitian terkait analisis pendapatan usaha, biaya investasi awal yang diperlukan untuk kegiatan budidaya maggot adalah Rp2.825.000, biaya penyusutan perbulan adalah Rp49.303, biaya variabel adalah Rp36.000, dan total penjualan persiklus adalah Rp380.000. Kegiatan budidaya maggot pada Meta Maggot BSF Farm dapat dikatakaniimenguntungkan dengan peningkataniibiaya sebesar 1 satuan akan meningkatkan pendapatan sebesar 4,45 satuan.

Maggots are organisms that come from the eggs of the black soldier fly and are one of the decomposer organisms. This fly serves as one of the options for providing feed with a high protein source, easy to breed, and readily available. The high protein and fat content allows BSF larvae to be used as raw material in the bioindustry, as the protein produced is more economical, more environmentally friendly, and has a high feed conversion value. The cultivation of BSF maggot larvae is an emerging alternative in livestock farming, which can be used as feed and a decomposer for organic waste management. Maggot cultivation has positive and negative impacts influenced by several factors. One of the methods used to analyse environmental impact is Life Cycle Assessment (LCA), which is a method that simplifies the way to assess the potential environmental impacts related to production activities or service provision. Maggot farming is a profitable activity, but it is influenced by the methods and resources used. Therefore, it is necessary to conduct an impact and revenue analysis on a maggot farming business. This research was conducted at the Meta Maggot BSF Farm in Lamdingin Village, Kuta Alam District, Banda Aceh in January 2024. The research method used is a case study approach. The data used in this research consists of primary and secondary data. Primary data is obtained from direct observation and interviews, while secondary data is obtained from literature studies. The independent variable in this study is the total costs and resources used in maggot cultivation activities. Meanwhile, the dependent variable used is the environmental impact resulting from maggot cultivation activities. The data analysis method uses three approaches, namely Life Cycle Assessment (LCA) using the Simapro application, matrices, and business income analysis. The process of maggot cultivation is divided into three stages: the breeding process, the propagation process, and the harvesting process. The results of the research related to the analysis using LCA indicate that there are three major impacts generated by maggot cultivation activities, namely human toxicity, global warming, and acidification. The management of human toxicity impact involves the use of masks for farmers processing maggot into fertilizer. The management of global warming and acidification impacts involves the use of electricity sourced from solar energy. Based on the analysis of business income, the initial investment cost required for maggot cultivation activities is IDR 2,825,000, the monthly depreciation cost is IDR 49,303, the variable cost is IDR 36,000, and the total sales per cycle is IDR 380,000. The maggot cultivation activities at Meta Maggot BSF Farm can be said to be profitable, as an increase in costs by 1 unit will raise income by 4.45 units.

Citation



    SERVICES DESK