<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130075">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN KALIUM DARI SUMBER BERBEDA TERHADAP PRODUKSI KOPI ARABIKA GENOTIP G1 DI BENER MERIAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>fadila rizka</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fadila Rizka. 1905108010065. Pengaruh Pemberian Kalium dari Sumber Berbeda Terhadap Produksi Kopi Arabika Genotip G1 di Bener Meriah dibimbing oleh Hifnalisa sebagai Ketua dan Yadi Jufri Sebagai Anggota.&#13;
&#13;
RINGKASAN&#13;
&#13;
Kabupaten Bener Meriah menjadi salah satu sentra penghasil kopi arabika yang dikenal dengan nama kopi arabika Gayo. Produksi kopi arabika ini masih tergolong rendah karena disebabkan oleh rendahnya pengetahuan petani tentang teknik budidaya kopi organik yang tepat. Hal ini yang dapat menyebabkan tanaman kopi memiliki kandungan hara yang rendah sehingga tidak dapat berproduksi secara maksimal. Penambahan pupuk organik yaitu abu sekam padi dan pupuk anorganik yaitu KCl menjadi salah satu cara dalam memenuhi kebutuhan hara pada media tanam. Pupuk organik yang dihasilkan dari abu sekam padi merupakan padatan sisa pembakaran bahan organik yang tidak mengalami penguapan, dan pupuk KCl merupakan sumber kalium utama bagi tanaman yang berfungsi dalam meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman abiotik seperti suhu ekstrem, kekeringan, dan salinitas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian kalium dari sumber berbeda terhadap produksi kopi arabika G1 di Kabupaten Bener Meriah. Perlakuan yang digunakan yaitu K0 (Kontrol) tanpa kalium atau abu sekam padi, K1 dengan dosis KCl 31,25 g pohon-1 , K2 dengan dosis KCl 62,50 g pohon-1 , K3 dengan dosis KCl 93,75 g pohon-1 , K4 dengan dosis KCl 125,00 g pohon-1 K5 dengan dosis KCl 156,25, K6 dengan dosis abu sekam padi 906,25 g pohon-1 , K7 dengan dosis abu sekam padi 1.812,50 g pohon-1 , K8 dengan dosis abu sekam padi 2.718,75 g pohon-1 , K9 dengan dosis abu sekam padi 3.625 g pohon-1 dan K10 dengan dosis abu sekam padi 4.531,25 g pohon-1 .&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian Kalium dari sumber berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang produktif, jumlah dompolan per cabang, jumlah buah per pohon, berat buah kopi merah per pohon, berat gabah, berat biji bersih, dan berat biji kopi beras (greenbean). &#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci : Kopi arabika, KCl, abu sekam padi&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COFFEE - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>POTASSIUM FERTILIZERS</topic>
 </subject>
 <classification>631.83</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130075</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-04 22:41:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-19 10:24:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>