<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130062">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEKRITISAN LAHAN DENGAN PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI SUB DAS KRUENG KEUMIREU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ismawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas pertanian Ilmu Tanah</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sungai Krueng Aceh merupakan sumber air utama bagi penduduk Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar area sekitar Krueng Aceh juga memiliki lahan yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan hidup, sehingga pengelolaannya harus tepat agar produktivitas lahan tidak menurun salah satu penyebab penurunan produktivitas adalah kekritisan lahan. Lahan kritis adalah kondisi lahan yang telah mengalami penurunan fungsi dalam kemampuan maupun kualitas atau lahan yang telah mengalami kerusakan fisika, kimia dan biologi sehingga dapat mempengaruhi fungsi produksi pertanian, hidrologi, permukiman dan sosial ekonomi atau tidak dapat secara efektif dimanfaatkan untuk lahan budidaya pertanian, sebagai media pengatur tata air, maupun sebagai pelindung alam lingkungan. Sub-DAS Krueng Keumireu merupakan bagian dari DAS Krueng Aceh yang dimana kondisi lahan pada Sub-DAS Krueng Keumireu cukup besar persentase potensi kritis, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang tingkat kekritisan lahan di Sub-DAS Krueng Keumireu dengan bertujuan untuk mengetahui luasan lahan kritis di Sub-DAS Krueng Keumireu, serta memetakan persebaran level kekritisan lahan di Sub-DAS Krueng Keumireu.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode skoring dan overlay untuk mengetahui tingkat kekritisan lahan di Sub-DAS Krueng Keumireu. Metode skoring dan overlay merupakan analisis spasial dengan menggunakan teknik overlay beberapa peta yang berkaitan dengan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penilaian kerentanan. Skoring didasarkan atas pembobotan berdasarkan parameter yang telah ditentukan oleh Peraturan Direktur Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial Nomor: SK.306/MENLHK/PDASHL/DAS.0/7/2018 tentang Tata Petunjuk Teknis Penyusunan Data Spasial Lahan Kritis. Parameter tersebut meliputi penutupan lahan terbaru, kemiringan lereng, tingkat bahaya erosi (TBE) dan fungsi kawasan hutan.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kekritisan lahan di Sub-DAS Krueng Keumireu terbagi dalam lima kelas. Kelas lahan tidak kritis memiliki luas total 17.397,36 ha atau 57,73% dari keseluruhan Sub-DAS Krueng Keumireu. Kelas potensi kritis memiliki luas 8.332,16 ha atau 27,65%, sedangkan kelas agak kritis mencakup 4.007,11 ha atau 13,30%. Kelas kritis mencakup 392,01 ha atau 1,30%, dan kelas yang sangat kritis hanya memiliki luas 8,47 ha atau 0,03%. Lahan yang tidak kritis lebih dominan dalam persebaran kekritisan lahan di Sub-DAS Krueng Keumireu yang terdapat di dua kecamatan berlokasikan pada kecamatan Kota Jantho yang secara geografis berada pada posisi 50 12’75” – 50 27’84” LU dan 950 28’27” – 950 60’82” BT. Sedangkan kecamatan Seulimeum berada pada posisi 50 23’27” – 50 52’38” LU dan 950 20’42” – 950 32’42” BT. Sebaran kekritisan lahan terkecil di Sub-DAS Krueng Keumireu dengan kelas sangat kritis terdapat di dalam kawasan hutan lebih dominan berlokasikan pada kecamatan Kuta Cot Glie yang secara geografis berada pada posisi 50 36’53” – 50 36’63” LU dan 950 47’11” – 950 27’55”.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130062</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-04 17:49:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-05 09:34:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>