<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130046">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DAN SERTIFIKASI ISO 45001 PADA INDUSTRI KELAPA SAWIT (STUDI KASUS PT. SOCFIN INDONESIA KEBUN SEUNAGAN)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TR MULIYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Teknologi Hasil Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, terutama melalui penyerapan tenaga kerja. Namun, peningkatan jumlah tenaga kerja berbanding lurus dengan peningkatan risiko kecelakaan kerja, yang menjadi perhatian utama industri kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecelakaan kerja di PT. Socfin Indonesia Kebun Seunagan dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). Penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan kecelakaan kerja menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC), serta analisis pohon masalah dan pohon tujuan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pendekatan 5 Why untuk menggali akar penyebab kecelakaan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun SMK3 telah diterapkan, kecelakaan kerja masih terjadi dalam kategori risiko ekstrim, tinggi, dan menengah. Penyebab utama kecelakaan meliputi penerapan prosedur yang belum optimal, ketidakpatuhan pekerja dalam penggunaan alat pelindung diri (APD), kelalaian, serta beban kerja yang tidak sesuai dengan kapasitas pekerja. Rekomendasi perbaikan mencakup penambahan pelindung di area mesin yang berisiko tinggi, penerapan sistem reward dan punishment, serta penggunaan sistem digital untuk pengawasan APD. Selain itu, peningkatan pemahaman pekerja terhadap prosedur kerja yang benar melalui pelatihan intensif juga disarankan untuk meminimalkan kecelakaan kerja di masa depan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130046</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-04 16:00:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-05 11:45:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>