Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EVALUASI KENYAMANAN TAMAN BAMBU RUNCING KOTA LANGSA
Pengarang
NOVITA SARAH - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Irzaidi - 196311301994121001 - Dosen Pembimbing I
Burhan Nasution - 197011022000031002 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
1804104010057
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Taman Bambu Runcing merupakan taman kota yang dibangun dan dikelola secara khusus yang ditempatkan di pusat kota sebagai ikon Kota Langsa. Keberadaan Taman Bambu Runcing memiliki peran penting sebagai penyeimbang lanskap kota dalam bentuk ruang terbuka publik. Ruang publik yang baik harus dapat memberikan rasa kenyamanan bagi penggunanya dan dapat menjadi wadah bagi interaksi sosial. Namun pada fakta lapangan, Taman Bambu Runcing sebagai ruang terbuka publik terlihat belum dapat memenuhi faktor kenyamanan. Karena terdapat beberapa masalah pada taman ini seperti tidak adanya area parkir khusus, tidak adanya gazebo untuk tempat berteduh saat terik/hujan, kondisi shelter yang tidak berfungsi, dan area playground yang tidak layak digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kenyamanan kondisi eksisting Taman Bambu Runcing dan melakukan peningkatan kenyamanan pada Taman Bambu Runcing. Kenyamanan dapat dikaji berdasarkan sirkulasi, iklim/kekuatan alam, aroma/bau-bauan, bentuk, keamanan, kebersihan, dan keindahan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, kuesioner, dan wawancara sebagai data pendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan pada kenyamanan kondisi eksisting Taman Bambu Runcing secara keseluruhan terbilang nyaman, namun ada beberapa faktor kenyamanan yang belum optimal dan memerlukan peningkatan dari segi fasilitas untuk memenuhi standar kualitas kenyamanan taman kota.
Bambu Runcing Park is a specially built and managed city park which is placed in the city center as an icon of Langsa City. The existence of the Sharp Bamboo Park has an important role as a balancer to the city landscape in the form of public open space. A good public space must be able to provide a sense of comfort for its users and be a forum for social interaction. However, in reality, Bambu Runcing Park as a public open space does not appear to be able to fulfill the comfort factor. Because there are several problems in this park, such as the absence of a special parking area, the absence of a gazebo for shelter during the heat/rain, the condition of the shelter not functioning, and a playground area that is not suitable for use. This research aims to evaluate the comfort of the existing conditions of Bambu Runcing Park and improve comfort at Bambu Runcing Park. Comfort can be assessed based on circulation, climate/natural forces, aroma/smells, shape, safety, cleanliness and beauty. This research uses quantitative methods with a descriptive approach. Data collection techniques include field observations, questionnaires and interviews as supporting data. The results of this research show that overall the existing conditions of Taman Bambu Runcing are comfortable, however there are several comfort factors that are not optimal and require improvement in terms of facilities to meet the quality standards for city park comfort.
EFEKTIVITAS RUANG TERBUKA HIJAU KOTA LANGSA DITINJAU DARI KEBUTUHAN PENGUNJUNG (Zahratu Shafara Aiyub, 2024)
KAJIAN KENYAMANAN PENGUNJUNG TERHADAP KELENGKAPAN FASILITAS HUTAN KOTA TIBANG, BANDA ACEH (MILFAT JIHAN, 2018)
SIMULASI KENYAMANAN TERMAL UNTUK PENATAAN TAMAN TEPIAN KRUENG ACEH (Muhammad Ardy, 2025)
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA KELAS IV SD DI KOTA LANGSA (EMA JULIANDA, 2016)
PENGARUH KEBERADAAN RUANG PUBLIK TERHADAP KREATIVITAS ANAK (STUDI KASUS; TAMAN SARI KOTA BANDA ACEH) (IDA FITRI, 2019)