<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130034">
 <titleInfo>
  <title>PERANAN MASYARAKAT GAYO LUES DALAM MELAWAN KOLONIAL BELANDA (1904-1942)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fitri Aini</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FKIP</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
  &#13;
Penulisan skripsi yang berjudul Peranan Masyarakat Gayo Lues Dalam  Melawan Kolonial Belanda (1904-1942)&quot; membicarakan tentang: I) kondisi sosial masyarak at Gayo Lues pada masa penjajahan Belanda. 2) peranan masyarakat Gayo Lues dalam melawan kolonialis Belanda. 3) Ekspedisi kolonial Belanda ke daerah Gayo Lues pada masa penjajahan. 4) gambaran tentang  hubungan masyarakat Gayo dengan masyarakat Aceh Pesisir pada masa  penjajahan Belanda.  Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang dilakukan dengan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan sumber primer yaitu buku-buku yang di tulis oleh para pelaku sejarah, dan arsip. Selain sumber primer penulis juga menggunakan sumber sekunder yaitu buku-buku yang dikarang oleh pengamat sejarah dan para sastrawan sehingga penulisan bersifat netral.  Hasil penelitian ini adalah, bahwa Gayo Lues merupakan daerah yang terakhir dimasuki oleh kolonialis Bclanda dengan tujuan untuk menguasai seluruh wilayah Aceh terutama daerah pedalaman yang merupakan benteng pertahanan terakhir bagi rakyat Aceh. Kolonialis Belanda mcnyerang Gayo Lues dengan pasukan marsosen ya yang masuk melalui Gayo Laut dan Gayo Linge setelah Gayo Lumut ditaklukkan oleh Belanda. Tetapi untuk melaksanakan operasi militer ke Gayo Lues tidak melalui jalur lalu-lintas masyarakat Gayo Lues yang biasa (jalur lalu-lintas antara Gayo Lues -- Takengon), pasukan marsose malah memilih jalan Gayo Lues dengan menerobos jalan baru yang jarang dilalui orang. Sungai yang jarang dilintasi oleh manusia. Rakyat Gayo Lues dalam menghadapi pasukan Belanda hanya menggunakan peralatan perang yang sederhana, berupa pedang, aman remu, tombak, semburan api, semburan air cabai, dan peralatan lainya, rakyat Gayo Lues juga telah membuat benteng-benteng pertahanan guna menghadapi musuh yang akan menyerang, benteng-benteng tersebut tersebar diberbagai desa dengan bahan dan pola yang relatif sama, terbuat dari batu, tanah,  dilengkapi dengan ranjau, dan dilapisi bambu berduri. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130034</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-04 15:22:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-04 15:22:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>