<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="130024">
 <titleInfo>
  <title>APLIKASI METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS 2D UNTUK IDENTIFIKASI LAPISAN BAWAH PERMUKAAN PADA KOMPLEKS SITUS GUNONGAN DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NAJLA MASTURA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Geofisika</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Metode geolistrik resistivitas konfigurasi wenner telah diaplikasikan pada Kompleks Situs Gunongan di desa sukaramai, kecamatan baiturrahman, kota banda Aceh untuk identifikasi lapisan bawah permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model resistivitas bawah permukaan berdasarkan data resistivitas semu di daerah penelitian. Pengambilan data di lapangan dilakukan menggunakan alat Resistivitymeter MAE X612EM dengan 72 elektroda pada massing-masing lintasan. Data resistivitas semu diukur pada 2 lintasan sejajar dengan spasi antar lintasan 5 meter dari arah selatan- utara sepanjang situs dan spasi antar elektroda 0,5 meter. Berdasarkan hasil model penamppang 2 D diperoleh zona konduktif berkisar 3,92 – 20 ꭥm dan zona resistif dengan nilai resistivitas berkisar ≥ 52 – 516,81 ꭥm. Keberadaan zona yang relatif konduktif disebabkan oleh adanya saturasi air asin yang berasal dari sungai yang berada di dekat lintasan pengukuran. Sedangkan zona resisitif terdapat di dekat permukaan pada kedua lintasan dengan ketebalan lapisan berkisar 1 meter dan dapat diprediksi sebagai pondasi beton pada objek arkeologi yang tampak di atas permukaan dan pondasi beton bermaterial non-logam dari tembok pagar. Kemudian zona resistif ini juga terdapat di bagian tengah pada bawah permukaan. Pada Lintasan 1 terdapat 2 (dua) objek berupa beton bermaterial non-logam yang diduga sebagai saluran pembuangan air. Sedangkan pada Lintasan 1, zona resistif ini hanya terdapat 1 (satu) objek berupa beton non-logam yang juga diduga sebagai saluran pembuangan air. Pada penelitian ini tidak ditemukan keberadaan struktur tangga di bawah permukaan. Keberadaan zona resistif yang signifikan di bagian tengah bawah permukaan dapat membantu dalam penilaian arkeologis dan mungkin memberikan petunjuk tambahan mengenai struktur bawah tanah atau kegiatan manusia di masa lalu.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>130024</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-04 13:57:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-05 09:48:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>